KETIK, MALANG – Sejumlah profesor menghadiri acara halalbihalal Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang digelar di Aula Lantai 3 Gedung Ar-Rahim Kampus 3 pada Selasa, 31 Maret 2026.
Kegiatan silaturahmi Hari Raya Idulfitri ini dihadiri para rektor UIN Malang, seluruh Civitas Akademika, tenaga pendidik, hingga rekan media. Selain itu, Prof. Ilfi Nur Diana juga menyerahkan piagam penghargaan kepada para dosen yang telah purna tugas.
Pada momen penuh kehangatan ini, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., CAHRM., CRMP menyampaikan bahwa kampus telah berkembang hingga menjadi kampus islam bereputasi internasional.
Dalam hal ini, Prof. Ilfi Nur Diana juga menuturkan kemajuan kampus adalah prestasi perjuangan semua civitas akademika, dosen, dan tak lupa juga peran rektor-rektor terdahulu yang telah memperjuangkan semaksimal mungkin hingga saat ini menjadi kampus Islam terbesar ketiga di Indonesia dan masuk peringkat dunia.
"Kita mendapatkan penghargaan sebagai 3 PTKIN terbesar di Indonesia dan masuk peringkat dunia sebagai kampus yang memiliki Islamic studies versi QS World. Ini prestasi semuanya, prestasi mantan rektor sebagai perintis yang sudah mendirikan dan kita yang meneruskannya," ungap Prof. Ilfi Nur Diana.
Ia juga berpesan bahwa dosen UIN Malang harus bisa naik kelas tak hanya dengan prestasi akademik tapi juga dari sisi sosial.
Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi Nur Diana memberikan penghargaan kepada dosen yang telah purna tugas pada acara halal bihalal, Selasa, 31 Maret 2026. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Di akhir sambutan, Prof. Ilfi Nur Diana sekaligus meluncurkan website UIN Malang yang kini dilengkapi fitur-fitur lebih modern.
Selain itu, rektor pertama UIN Malang, Prof. Dr. H. Imam Suprayogo yang telah menjabat sebagai rektor terlama juga hadir pada kegiatan halalbihalal ini. Dalam hal ini, ia menyampaikan bahwa tidak ada yang menyangka UIN Malang bisa menjadi kampus sebesar ini.
Tak hanya itu, ia juga berpesan untuk bisa terus mengirim doa kepada para pendahulu yang telah memperjuangkan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hingga bisa menjadi kampus Islam terbesar di Indonesia.
"Saya ndak menyangka UIN Malang bisa jadi sebesar ini, tak hanya terkenal di Indonesia tapi juga di berbagai dunia. Ayo kita doakan bersama, setiap malam kita kirimkan surah alfatihah untuk pahlawan pendahulu kita, yang sudah memperjuangkan agar kampus ini bisa sebesar ini dan bisa menjadi kampus terbesar di Indonesia," ucap Prof. Dr. H. Imam Suprayogo.
Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.AP, alumni UIN Malang yang kini menjabat sebagai Penasihat Presiden Bidang Haji Republik Indonesia sebagai pembicara. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan bertajuk “Penguatan Mental Spiritual Menuju Kampus Islam Bereputasi Global”.
Pada sambutannya, ia mengatakan bahwa mental dan spiritual adalah hal yang tak terpisahkan. Sehingga, amalan spiritual seperti salat malam dan doa akan menjadi spirit dalam bekerja. Mental juga sangat berpengaruh terhadap kinerja.
"Saya sangat percaya, amalan sunnah yang eksklusif adalah solat tahajud. Mestinya menjadi amalan pilihan kita. Solat malam akan menjadi spirit. Saya sangat yakin, kalau kita berziarah dan berdoa insyaallah nanti doa akan memantul kepada kita," jelas Prof. Muhadjir Effendy.
"Mental dan spiritual itu hal yang tidak bisa terpisahkan. Mental sangat berpengaruh terhadap kinerja," tambahnya.
Dalam hal ini, Prof. Muhadjir Effendy juga berpesan bahwa Ilmu Keagamaan dan Umum harus terintegrasi dan jangan dipisah-pisah. Ia juga mengatakan bahwa Indonesia butuh pemikir-pemikir dari kampus besar seperti UIN Malang.
Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan bahwa kampus harus bisa menjadi tempat bagi mahasiswanya berlatih untuk tidak takut dalam menghadapi realitas. Sehingga, alumni diharapkan bisa bicara, menulis, dan paling utama berbahasa asing.
"Ilmu keagamaan dan umum harus terintegrasi, jangan dipisah-pisah. Kita butuh pemikir-pemikir dari kampus besar seperti UIN Malang. Kampus yang eksotis adalah kampus yang lain daripada yang lain, untuk sukses harus jadi orang lain, di sini mahasiswa-mahasiswa harus didorong untuk bisa jadi dirinya kalau mereka ikut orang lain jadinya mereka tidak menjadi pemuka," pesan Prof. Muhadjir Effendy.
Acara ditutup dengan seluruh hadirin bersalaman dengan penuh kehangatan. Prof. Ilfi Nur Diana bersama Prof. Muhadjir Effendy juga bersalaman dengan seluruh hadirin sembari berjalan keluar aula.(*)
