Pasca Banjir Surut, Tumpukan Sampah "Hiasi" Sungai Aji Kaliwungu, Warga Soroti Kerusakan Alam

16 Januari 2026 11:31 16 Jan 2026 11:31

Thumbnail Pasca Banjir Surut, Tumpukan Sampah "Hiasi" Sungai Aji Kaliwungu, Warga Soroti Kerusakan Alam

Pemandangan Sungai Aji Pasca Banjir Kamis Malam. (Foto: Dian/Ketik.com)

KETIK, KENDAL – Banjir yang melanda kawasan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, pada Kamis malam, 15 Januari 2026, menyisakan pemandangan yang memprihatinkan.

Meski air telah surut, Sungai Aji yang membelah kawasan tersebut kini dipenuhi oleh berbagai jenis sampah, mulai dari plastik hingga limbah rumah tangga yang tersangkut di sepanjang aliran sungai.

​Berdasarkan pantauan di lokasi pada pagi ini, 16 Januari 2026, volume sampah terlihat menumpuk di sisi saluran air yang terbeton. Pemandangan ini menjadi ironi di tengah hiruk-pikuk aktivitas warga yang kembali normal di jalan raya.

Banjir diketahui mulai menggenangi kawasan tersebut sekitar pukul 19.00 WIB tadi malam.

Budi, salah seorang warga sekitar Kaliwungu yang menjadi saksi mata, menuturkan betapa cepatnya air naik hingga melumpuhkan akses transportasi.

​"Tadi malam itu air naik sekitar jam tujuh malam. Arusnya cukup deras sampai jalanan lumpuh total, tidak bisa dilalui kendaraan sama sekali, baik roda dua maupun roda empat," ungkap Budi saat ditemui di lokasi kejadian.

Kondisi Sungai Aji yang penuh sampah pasca banjir ini menyingkap tabir permasalahan lingkungan yang lebih serius. Banjir di Kaliwungu dinilai bukan semata-mata fenomena alam biasa, melainkan akumulasi dari kerusakan lingkungan yang diperparah oleh ulah manusia.

​Faktor utama yang disoroti adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan. Kebiasaan membuang sampah langsung ke badan sungai menyebabkan pendangkalan dan penyumbatan aliran air.

Seperti terlihat dalam foto di lokasi, sampah plastik mendominasi tumpukan limbah di sungai yang airnya kini berwarna keruh kecoklatan tersebut.

​Selain masalah sampah, faktor kerusakan ekologis di wilayah hulu juga menjadi penyebab krusial. Hutan yang gundul dan alih fungsi lahan membuat tanah tidak lagi mampu menyerap air hujan dengan maksimal, sehingga air langsung meluncur deras ke wilayah hilir seperti Kaliwungu.

Melihat kondisi ini, Budi dan warga sekitar berharap ada perubahan perilaku yang nyata dari masyarakat luas. Penanganan banjir tidak akan efektif jika hanya mengandalkan perbaikan infrastruktur tanpa dibarengi kesadaran lingkungan.

​"Harapannya tentu kesadaran masyarakat ditingkatkan, tolong jangan buang sampah di sungai lagi. Selain itu, kerusakan alam dan hutan gundul juga harus diperhatikan serius, karena itu juga penyebab banjir ini terus berulang," pungkas Budi. (*)

​Pemerintah daerah dan dinas terkait diharapkan segera melakukan normalisasi sungai dan penegakan aturan terkait lingkungan hidup, demi mencegah bencana serupa terulang di masa depan.

Tombol Google News

Tags:

banjir Sungai Aji Kaliwungu Kendal Bencana sampah Lingkungan Hidup