KETIK, KENDAL – Memasuki pertengahan Januari 2026, kondisi cuaca di Kabupaten Kendal menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data meteorologi terbaru yang dirilis pada Rabu, 14 Januari 2026, wilayah Kendal dan sekitarnya berada dalam status waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Sejak pagi hari, kondisi atmosfer di wilayah Kendal terpantau didominasi awan tebal dengan tingkat kelembapan udara yang cukup tinggi, yakni berkisar antara 83 hingga 92 persen. Suhu udara diprakirakan relatif sejuk namun lembap, dengan kisaran antara 23 hingga 27 derajat Celsius akibat minimnya paparan sinar matahari.
Selain itu, angin yang bertiup dari arah barat daya diperkirakan memiliki kecepatan antara 16 hingga 20 kilometer per jam. Kondisi ini berpotensi memicu angin kencang sesaat menjelang maupun saat hujan turun. Dengan peluang hujan mencapai sekitar 75 persen, masyarakat diminta tetap waspada meski hujan sempat mereda di pagi hari.
Potensi Ancaman di Berbagai Wilayah
Berdasarkan kondisi geografis, potensi dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Kendal bervariasi. Di wilayah selatan seperti Kecamatan Sukorejo, Plantungan, dan Pageruyung, curah hujan tinggi berpotensi menyebabkan kejenuhan tanah yang dapat memicu longsor serta pohon tumbang di jalur perbukitan.
Sementara itu, wilayah pesisir dan dataran rendah, termasuk kawasan perkotaan Kendal, Kaliwungu, Brangsong, hingga Cepiring, berisiko mengalami genangan air. Intensitas hujan lebat yang tinggi dipadukan dengan kapasitas drainase yang terbatas menjadi perhatian utama bagi warga di kawasan padat penduduk.
Imbauan Kewaspadaan bagi Masyarakat
Menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dalam beraktivitas. Pengguna jalan, khususnya di Jalur Pantura Kendal, diminta berhati-hati karena jalan berpotensi licin dan jarak pandang berkurang saat hujan disertai petir. Pengendara juga disarankan tidak berteduh di bawah jembatan layang maupun pohon besar yang rawan tumbang.
Di lingkungan rumah, warga disarankan mematikan perangkat elektronik saat petir terjadi serta memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat sampah agar aliran air tetap lancar. Langkah ini penting untuk mencegah risiko korsleting dan genangan.
Petani dan nelayan juga diminta meningkatkan kewaspadaan. Petani diharapkan mengantisipasi luapan sungai yang dapat merendam area persawahan, sementara nelayan di pesisir Kendal disarankan memperhatikan kondisi gelombang laut yang berpotensi meningkat seiring dengan menguatnya angin barat.
Masyarakat diharapkan tetap tenang dan terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal informasi resmi pemerintah maupun sumber informasi terpercaya lainnya
