KETIK, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pendidikan sebagai fondasi utama kemajuan dan keberhasilan suatu bangsa. Penegasan itu disampaikan saat Presiden menghadiri forum UK–Indonesia Education Roundtable bersama perwakilan universitas terkemuka Inggris di Lancaster House, London, Selasa, 20 Januari 2026.
“Saya yakin bahwa pendidikan adalah kunci keberhasilan suatu bangsa. Untuk menjadi bangsa yang sukses, kita harus memiliki pendidikan terbaik yang dapat dicapai,” ujar Prabowo seperti dikutip dari siaran pers BPMI, Rabu, 21 Januari 2026.
Menurut Prabowo, abad ke-21 merupakan era ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena itu, pendidikan menjadi instrumen paling strategis untuk mengatasi kemiskinan sekaligus mendorong terciptanya keadilan sosial.
“Untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan setara, instrumen tercepat adalah pendidikan dan layanan kesehatan, dan keduanya saling terkait. Karena untuk mewujudkan keduanya, kita membutuhkan sumber daya manusia terbaik,” katanya.
Dalam forum tersebut, Prabowo memaparkan sejumlah kebijakan pendidikan nasional yang tengah dijalankan pemerintah. Salah satu program prioritas adalah pembangunan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu sebagai upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
“Saya rasa ini satu-satunya cara untuk memutus apa yang saya sebut sebagai lingkaran kemiskinan,” ujar Prabowo.
Hingga saat ini, pemerintah telah membangun dan mengoperasikan 166 sekolah berasrama. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pengembangan sekolah berasrama bagi peserta didik berprestasi serta sekolah terpadu untuk kelompok menengah.
“Mungkin mereka bukan yang berprestasi akademis terbaik, tetapi mereka tidak berasal dari keluarga yang sangat miskin. Jadi, inilah program yang saya rencanakan,” kata Prabowo.
Di samping pembangunan fisik sekolah, pemerintah juga memperluas penerapan pembelajaran digital jarak jauh ke seluruh wilayah Indonesia. Presiden menilai pemanfaatan teknologi pendidikan sebagai langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan mutu pendidikan nasional.
“Semua sekolah di daerah terpencil akan memiliki akses ke guru-guru terbaik di semua mata pelajaran. Ini adalah cara bagi kita untuk melompat maju karena kita memang tertinggal dalam standar pendidikan,” ujarnya.
Presiden Prabowo menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Indonesia untuk terus membuka kerja sama internasional, termasuk dengan universitas-universitas unggulan Inggris, guna memperkuat kualitas pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia nasional.
