Panji Margasmara dan Ken Candrasari, Kisah Cinta Legendaris dari Malang Kuno yang Diakui Dunia

8 Januari 2026 17:21 8 Jan 2026 17:21

Thumbnail Panji Margasmara dan Ken Candrasari, Kisah Cinta Legendaris dari Malang Kuno yang Diakui Dunia

Seorang pengunjung sedang membaca kisah Panji Margasmara dan Ken Candrasari yang tertempel di dinding Museum Singhasari, Kabupaten Malang, Kamis, 8 Januari 2025. (Foto: Fayza/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Italia boleh punya kisah Romeo dan Juliet, tapi Singhasari tak mau kalah. Mereka punya roman asmara Panji Margasmara dan Ken Candrasari. Bahkan, kisah cinta asal Singhasari ini telah mendapat pengakuan dunia sebagai bagian dari “Ingatan Kolektif Dunia”. 

Kisah Panji Margasmara sendiri terangkum dalam Kidung Panji Margasmara, sebuah karya sastra yang ditulis Kěmuling Rat Dyah Atapêng Raje, pada tahun 1458.

"Naskah Kidung Panji Margasmara sendiri saat ini berada di Perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. Naskah ini ditulis dalam aksara Bali dengan bahasa Jawa Pertengahan," kata pengelola Museum Singhasari, Adhika Erwien Pribadi, ketika ditemui Ketik.com, Kamis, 8 Januari 2025.

Menurut Erwien, pada 31 Oktober 2017, kisah Panji Margasmara -bersama cerita-cerita Panji lain- mendapat pengakuan sebagai “Ingatan Kolektif Dunia (Memory of the World)”. 

"Inilah yang membuat kami bertekad mengenalkan kisah ini ke masyarakat Malang Raya, yang menjadi setting lokasi Kidung Panji Margasmara," tutur Erwien.

Kisah Panji Margasmara sendiri bercerita tentang kisah-kasih antara Panji Margasmara dan Ken Candrasari. 

Panji Margasmara merupakan putra dari Arya Gegelang, salah seorang petinggi Tumapel. Diliputi kesedihan karena meninggalnya sang istri, Margasmara memutuskan untuk pergi ke Singhasari. 

Kemudian, ia bertemu dengan Ken Candrasari. Hubungan keduanya menghadapi berbagai tantangan karena Ken Candrasari sendiri telah dijodohkan dengan Jaran Warida, putra pendeta seorang sepuh.

Detik-detik menjelang pernikahannya dengan Jaran Warida, Ken Candrasari melarikan diri dengan Panji Margasmara. 

Sepasang kekasih ini melakukan pelarian ke Rabut Palah, yang sekarang dikenal sebagai Candi Penataran Blitar. Di sana mereka bertemu dengan ibu dari Panji Margasmara yaitu Ken Bayan. Panji Margasmara kemudian menceritakan kisahnya kepada ibunya. Ken Bayan yang mendengar hal itu segera memutuskan untuk pergi ke Singhasari untuk melamarkan anaknya kepada orang tua Ken Candrasari.

Singkat cerita lamaran tersebut diterima oleh keluarga Ken Candrasari dan pada akhirnya mereka mengadakan pesta pernikahan. Jaran Warida yang sebelumnya dijodohkan dengan Ken Candrasari merasa sakit hati dan sedih yang akhirnya mengungsi ke pegunungan dengan hari yang luka.

Kisah cinta mereka diakhiri dengan informasi bahwa putra dari Panji Margasmara dan Ken Candrasari menikah dengan putri dari Jaran Warida dan Ken Brajawati. (*)

Tombol Google News

Tags:

museum singhasari Kisah Cinta Legenda Kerajaan Singosari Cerita Rakyat