KETIK, HALMAHERA SELATAN – Kediaman Wakil Bupati Halmahera Selatan di Desa Papaloang, Minggu, 4 Januari 2026, menjelma ruang perjumpaan yang hangat dan bersahaja.
Sejak siang hari, pintu pagar rumah terbuka lebar. Dari sanalah, Helmi Umar Muchsin bersama sang istri, Mardiana Bopeng, menyambut para tamu yang datang silih berganti mengulurkan tangan, menyapa dengan senyum tulus, lalu mengantar mereka hingga ke dalam rumah. Sebuah gestur sederhana yang memancarkan rasa kebersamaan dan nilai humanisme yang penuh kesejukan.
Open house perayaan Tahun Baru 2026 bagi umat Kristiani itu digelar tanpa kemegahan berlebihan. Justru dalam kesederhanaan itulah maknanya menguat. Sambutan sejak pintu pagar hingga ke ruang tamu menciptakan suasana akrab, seolah setiap tamu adalah keluarga yang pulang ke rumah sendiri. Senyum Helmi dan Mardiana menjadi bahasa universal, meniadakan jarak, menegaskan penghormatan, dan merawat kehangatan.
Wakil Bupati Halmahera Selatan saat Menyapa Bupati Bassam Kasuba dalam Open House (Foto: Mursal/Ketik.com)
Sejumlah tokoh daerah hadir dan berbaur dalam suasana yang cair. Tampak Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba, Sekretaris Daerah Safiun Radjulan, Kapolres Hendra Gunawan, Dandim 1509/Labuha Letkol Inf Syamsul, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Halmahera Selatan Saiful Djafar Arfa Mereka berbincang santai dengan para pendeta, tokoh masyarakat, dan warga, tanpa sekat protokoler yang kaku.
Hadir pula Ketua TP-PKK Rifa’at Bassam, jajaran Dharma Wanita Persatuan, serta tamu undangan dari umat Kristiani maupun Muslim. Keberagaman yang hadir tidak dipertontonkan, melainkan dirayakan secara alami melalui sapaan, tawa kecil, dan percakapan yang mengalir hangat.
Open house ini digelar sebagai bentuk penghormatan Wakil Bupati kepada umat Kristiani di Halmahera Selatan. Dimana tahun Baru dimaknai sebagai momen refleksi rohani dan pembaruan komitmen iman, waktu untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan, menata kembali tujuan hidup, serta menyongsong masa depan dengan harapan.
Nuansa khidmat berpadu dengan keceriaan yang lembut. Alunan musik Yanger yang mengalir ringan mengisi ruang, memantik suasana akrab tanpa hiruk-pikuk. Irama yang bersahaja menghadirkan rasa syukur yang tenang, mempertemukan orang-orang dalam kebersamaan yang tulus.
Di sela jamuan sederhana, Helmi Umar Muchsin dan Mardiana Bopeng kembali terlihat berdiri di pintu menyambut tamu yang baru tiba, mengantar mereka yang hendak berpamitan. Dari gerak kecil itulah, nilai perayaan ini menemukan bentuknya: penghormatan yang hidup dalam tindakan, bukan sekadar kata-kata.
Di Papaloang, Tahun Baru dimaknai sebagai peristiwa kemanusiaan, pintu terbuka, senyum menyapa, dan perjumpaan dirawat, menjadikan open house ini cermin kepemimpinan humanis yang merangkul keberagaman serta meneguhkan harapan akan masa depan Halmahera Selatan yang damai dan inklusif.
