Musim Durian, Lapak di Selatan TMP Pacitan Laris Manis hingga 300 Buah per Hari

17 Januari 2026 12:55 17 Jan 2026 12:55

Thumbnail Musim Durian, Lapak di Selatan TMP Pacitan Laris Manis hingga 300 Buah per Hari

Pedagang melayani pembeli durian di lapak selatan Taman Makam Pahlawan Pacitan, Rabu, 15 Januari 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

KETIK, PACITAN – Musim durian di Pacitan mulai menggeliat sejak awal Desember 2025 lalu dan diperkirakan berlangsung hingga akhir Februari mendatang.

Kondisi ini membawa berkah bagi para pedagang durian musiman, salah satunya lapak durian yang berada di kawasan selatan Taman Makam Pahlawan (TMP) Pacitan yang setiap hari ramai didatangi pembeli.

Lapak tersebut dikelola oleh Andri bersama Ivan, pedagang durian asal Kecamatan Tulakan. 

Sejak memasuki musim durian, penjualan di lapak mereka mengalami peningkatan cukup signifikan. 

Dalam sehari, keduanya mampu menjual hingga 300 buah durian, baik yang dijual utuh maupun dalam bentuk kupasan.

Andri dan Ivan membuka lapak durian tersebut sejak pukul 07.00 WIB hingga 23.00 WIB. 

Selama jam operasional itu, pembeli silih berganti datang, terutama pada sore hingga malam hari saat aktivitas warga meningkat.

Harga durian yang ditawarkan pun bervariasi, menyesuaikan ukuran dan kualitas buah.

Untuk durian kupas, pedagang mematok harga Rp35 ribu per porsi. 

Sementara durian utuh dijual dengan rentang harga mulai Rp50 ribu, Rp75 ribu, Rp85 ribu, Rp100 ribu, hingga Rp150 ribu per buah.

Foto Sejumlah pembeli durian lalu lalang di lapak selatan Taman Makam Pahlawan Pacitan, Rabu, 15 Januari 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)Sejumlah pembeli durian lalu lalang di lapak selatan Taman Makam Pahlawan Pacitan, Rabu, 15 Januari 2026. (Foto: Al Ahmadi/Ketik)

Menurut Andri, sebagian besar durian yang dijual saat ini masih berasal dari luar daerah. 

“Stok durian kami banyak didatangkan dari Kabupaten Malang dan Probolinggo. Untuk durian asal Pacitan sementara sudah ada, tapi belum banyak karena belum memasuki masa panen,” kata Andri saat ditemui di lapaknya, Sabtu, 17 Januari 2026.

Ia menyebutkan, durian dari luar daerah dipilih untuk menjaga ketersediaan stok agar tetap stabil, mengingat permintaan masyarakat cukup tinggi, terutama pada sore hingga malam hari. 

Pembeli datang dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar hingga pengendara yang melintas dan sengaja singgah untuk menikmati durian.

Ivan menambahkan, musim durian selalu menjadi momen yang dinantikan pedagang karena perputaran uang relatif cepat. Selama kualitas buah terjaga, pembeli biasanya tidak ragu untuk kembali. 

“Kalau buahnya bagus dan rasanya enak, pembeli bisa datang lagi atau merekomendasikan ke orang lain,” ujarnya.

Keberadaan lapak durian di selatan TMP Pacitan ini pun menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menikmati durian tanpa harus menunggu panen lokal. 

"Monggo buat masyarakat atau pelintas bisa mampir ke lapak kami," ajaknya. (*)

Tombol Google News

Tags:

MUSIM DURIAN durian Pacitan PEDAGANG DURIAN TMP Pacitan Ekonomi Rakyat buah musiman