KETIK, MALANG – Kota Malang bersiap menyambut kedatangan 100.000 jemaah dalam gelaran Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU). Panitia memastikan jemaah yang tidak tertampung di dalam Stadion Gajayana tetap bisa mengikuti prosesi acara melalui layar videotron yang tersebar di berbagai titik.
Ketua Panitia Harlah 1 Abad NU PWNU Jatim, Prof. Maskuri Bakri, menjelaskan bahwa penyediaan videotron raksasa ini bertujuan untuk melayani jemaah agar tetap bisa menyaksikan rangkaian acara secara langsung.
"Kami nanti menyiapkan layar berupa videotron. Para jemaah nanti bisa menyaksikan rangkaian acaranya secara real time. Lokasinya tentu diutamakan di luar Stadion Gajayana," ujarnya, Senin, 2 Februari 2026.
Saat ini, panitia telah memetakan enam titik penempatan videotron, terutama di ruas jalan yang diprediksi akan padat jemaah. Panitia juga akan melengkapi setiap titik dengan sistem pengeras suara (sound system) yang mumpuni.
"Sampai saat ini rencana ada enam titik, tapi kami sedang berusaha menambah lagi," lanjutnya.
Prof. Maskuri menjelaskan bahwa panitia tidak melakukan pembagian tempat secara khusus. Terlebih bagian dalam Stadion Gajayana dibatasi hanya sampai 35.000 jemaah.
"Jemaah asal mana yang di dalam, itu kami tidak menentukan. Khawatirnya kalau dibagi secara ketat justru nanti akan menyulitkan. Jadi yang bisa masuk yang awal datang," tambahnya.
Untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, panitia telah menyediakan titik drop zone yang dibagi berdasarkan daerah asal jemaah. Skema ini diharapkan dapat meminimalisir penumpukan kendaraan di pusat kota.
Maskuri menjelaskan, setelah turun di titik yang ditentukan, para jemaah akan berjalan kaki menuju area Stadion Gajayana.
"Kami harap nanti jemaah bisa mengikuti apa yang sudah dirancang oleh panitia. Jarak paling jauh dari titik lokasi, itu sejauh 3 kilometer. Saya rasa tidak masalah karena mereka semangat tinggi untuk mengikuti Mujahadah Kubro ini," tutupnya. (*)
