KETIK, BATU – Pembentangan bendera raksasa Nahdlatul Ulama (NU) sepanjang 1.000 meter sukses dilaksanakan di lereng Gunung Panderman pada Minggu, 1 Februari 2026. Meski sempat diguyur gerimis, peringatan Satu Abad NU dalam kalender Masehi ini berlangsung penuh khidmat.
Anggota DPRD Kota Batu, Hasan Abdillah, yang terjun langsung dalam aksi ini mengakui beratnya medan yang harus ditempuh. Selain jalur yang terjal, hujan ringan membuat lintasan menjadi licin sehingga menguras fisik para peserta.
“Kondisi medan memang cukup menantang. Jalurnya terjal, lalu hujan membuat jalan licin sehingga membutuhkan tenaga ekstra,” ujarnya, Senin, 2 Februari 2026.
Aksi heroik ini melibatkan sekitar 100 peserta. Kegiatan yang diinisiasi oleh PCNU Kota Batu ini dikoordinasikan oleh Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim (LPBI) NU, bersinergi dengan Banser dan Ansor, serta didukung penuh oleh Lazisnu Kota Batu.
Bagi Hasan, momen ini menyisakan kesan mendalam. Sebagai bagian dari keluarga besar Nahdliyin, ia merasa beruntung bisa mengikuti dua kali peringatan besar, 1 Abad NU versi Hijriah beberapa tahun silam, dan kini versi Masehi.
“Kami merasa bangga karena kembali diberi kesempatan terlibat langsung dalam peringatan satu abad NU. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum spiritual dan historis,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa bendera NU sepanjang 1.000 meter yang dibentangkan memiliki nilai sejarah kuat. Bendera tersebut diproduksi oleh kader NU Kota Batu dan pernah mencatatkan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada peringatan satu abad NU tiga tahun lalu.
Selain itu, lokasi pemberangkatan bendera yang berada di Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan, memiliki makna tersendiri karena sejak lama dikenal sebagai salah satu basis utama warga Nahdliyin di Kota Batu.
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, menilai pembentangan bendera NU di lereng Gunung Panderman memiliki makna simbolik yang kuat.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya mencerminkan kecintaan terhadap Nahdlatul Ulama, tetapi juga menjadi pesan kepedulian terhadap lingkungan dan keberlanjutan alam.
“Pembentangan bendera NU ini merupakan wujud cinta kita kepada Indonesia, Kota Batu, sekaligus komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Nurochman.
Politisi PKB yang akrab disapa Cak Nur itu menambahkan, setiap peringatan dan kegiatan publik semestinya dijadikan momentum refleksi akan pentingnya regenerasi, baik sumber daya manusia maupun alam sebagai penopang kehidupan masyarakat.
“Selain regenerasi manusia, regenerasi alam semesta juga sangat penting. Lingkungan adalah anugerah besar yang harus kita jaga keberlanjutannya demi generasi mendatang,” pungkasnya. (*)
