KETIK, MALANG – Tongkat komando Danbrigif 18/Trisula resmi berpindah dari Kolonel Inf Risa WP Setyawan kepada Letkol Inf Paulus Pandjaitan. Upacara serah terima jabatan (Sertijab) tersebut dipimpin Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun, Kamis, 22 Januari 2026.
Sertijab yang digelari di Jabung, Kabupaten Malang tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan. Kehadiran Luhut bukan tanpa alasan. Karena ia menyaksikan penunjukan putranya yang kini mengemban amanah sebagai Danbrigif 18/Trisula.
Dalam sambutannya, Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Saiful Sulun menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Kolonel Inf Risa WP Setyawan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama memimpin Brigif 18/Trisula/2 Kostrad.
“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada Kolonel Inf Risa W. P. Setyawan beserta istri atas pengabdian, kepemimpinan, dan kontribusi nyata dalam membina serta meningkatkan kesiapan operasional Brigif 18/Trisula. Berbagai capaian positif yang diraih merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan keteladanan yang patut dijadikan contoh,” tegas Pangdivif 2 Kostrad.
Kepada pejabat baru, Letkol Inf Paulus Panjaitan, Pangdivif 2 Kostrad menekankan pentingnya kepemimpinan yang tegas, profesional, dan berorientasi pada pembinaan prajurit serta kesiapan satuan.
“Saya berharap Komandan Brigif 18/Trisula yang baru dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan program-program positif yang telah berjalan, serta terus meningkatkan profesionalisme, soliditas, dan militansi prajurit agar satuan ini menjadi satuan yang terhebat di Indonesia," bebernya.
Selanjutnya ia memberikan pesan kepada pejabat baru agar dapat melaksanakan amanah dan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
"Jadilah pemimpin yang mampu menjadi teladan, mengayomi anggota, dan siap mengemban setiap tugas negara dengan penuh tanggung jawab,” sebutnya.
Ia juga menegaskan bahwa Brigif 18/Trisula memiliki peran strategis dalam mendukung tugas pokok Divisi Infanteri 2 Kostrad baik dalam tugas operasi militer perang maupun operasi militer selain perang.
"Setiap pengabdian tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga pada kehormatan, integritas, dan pengabdian kepada bangsa," tuturnya. (*)
