KETIK, LEBAK – Dinas Pertanian Kabupaten Lebak berkolaborasi dengan Dinas Ketahanan Pangan menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di Alun-alun Rangkasbitung, Jumat 13 Februari 2026. Kegiatan tersebut disambut antusias masyarakat yang memanfaatkan momentum untuk mendapatkan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan bahwa pelaksanaan GPM kali ini merupakan bentuk kolaborasi lintas dinas dalam rangka menjaga stabilitas harga dan memperluas akses pasar bagi petani lokal.
“Pada hari Jumat yang penuh berkah ini, kami melaksanakan Gerakan Pasar Murah bersama Dinas Ketahanan Pangan. Ini menjadi langkah awal kolaborasi yang ke depan insya Allah akan terus dilaksanakan setiap hari Jumat di alun-alun ini,” ujar Rahmat Yuniar saat diwawancarai oleh ketik.com di lokasi.
Selain GPM, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pasar tani yang selama ini rutin digelar setiap hari Jumat. Melalui pasar tani, para petani lokal dapat langsung memasarkan hasil pertaniannya kepada konsumen tanpa melalui rantai distribusi yang panjang.
Pelaku UMKM lokal saat menjual di Alun-alun Rangkasbitung setiap hari Jum'at. (Foto: Abdul Kohar/ketik.com)
Rahmat menjelaskan, keberadaan GPM dan pasar tani diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat, sekaligus menghadirkan harga yang sesuai dengan harapan. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk meningkatkan pemasaran produk-produk hasil pertanian Kabupaten Lebak.
“Harapan kami, dengan adanya GPM dan pasar tani ini, produk petani Lebak semakin dikenal dan pemasarannya semakin luas. Pada akhirnya, kesejahteraan petani juga ikut meningkat,” katanya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk mendukung produk lokal dengan membeli hasil pertanian dari Kabupaten Lebak. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan program tersebut.
Ke depan, kolaborasi antara Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan ini diharapkan mampu menjadi agenda rutin mingguan yang tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi petani lokal. (*)
