KETIK, CILACAP –
Ketatnya persaingan kerja di era globalisasi membuat kebutuhan akan tenaga kerja terampil semakin tinggi. Menyikapi kondisi tersebut, Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Bina Bangsa Bersama Kabupaten Cilacap menyelenggarakan Basic Mechanic Course (BMC), program pelatihan alat berat yang membekali peserta dengan dasar-dasar mekanik. Melalui program ini, LPKS Bina Bangsa Bersama telah tiga kali memberangkatkan siswanya untuk bekerja di perusahaan tambang.
Penanggung Jawab Direktur LPKS Bina Bangsa Bersama, Mukholid Anshori, menyampaikan bahwa pihaknya telah melepas lima pekerja BMC Cilacap Batch 3 untuk bergabung dengan PT Bintang Tujuh Lapan Nemo Asia di Kalimantan Tengah, Jumat, 16 Januari 2026.
"Sebenarnya, kegiatan pelatihan masih menyisakan waktu satu minggu untuk prakerin. Namun, permintaan perusahaan mengharuskan peserta prakerin langsung berangkat ke perusahaan," kata Mukholid.
"Artinya, siswa Bina Bangsa nantinya akan menjalankan prakerin sekaligus pendidikan oleh perusahaan. Setelah itu, mereka berpeluang diterima menjadi tenaga kerja di perusahaan tersebut," sambungnya.
Lebih lanjut, pria yang berprofesi sebagai guru ini menerangkan bahwa di LPKS Bina Bangsa Bersama durasi pelatihan mekanik berlangsung selama dua setengah bulan. Namun, pada kenyataannya, perusahaan sering meminta siswa untuk diberangkatkan meski masa pelatihan belum mencapai dua bulan.
"Jadi, ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi para siswa sekaligus menjadi tantangan untuk terus mengembangkan kompetensi selama belajar di workshop Bina Bangsa Bersama," ujarnya.
Lima siswa Batch 3 BMC Cilacap yang akan berangkat bekerja ke Kalimantan Tengah. (Foto: Nani Eko/Ketik)
Sementara itu, Direktur Eksekutif BMC Cilacap, Barco Aldi Nugroho, menjelaskan bahwa pemberangkatan tenaga kerja tambang ini telah dilakukan sebanyak tiga kali. Batch pertama diberangkatkan ke Kalimantan Tengah, sedangkan batch kedua dikirim ke Halmahera, Maluku.
"Alhamdulillah, LPKS kami dapat memberangkatkan siswa dengan cepat. Bahkan, sebelum prakerin rampung, perusahaan sudah meminta siswa untuk berangkat," kata Barco.
Menurutnya, LPKS Bina Bangsa Bersama memiliki keunggulan dalam hal kecepatan penyaluran tenaga kerja. "Karena di BMC Bina Bangsa ini memiliki instruktur dan mentor dari mantan perusahaan tambang yang sudah berpengalaman, sehingga materi yang diberikan sesuai dengan kondisi di lapangan dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja pertambangan," jelasnya.
Selain pelatihan alat berat dan dasar-dasar mekanik, LPKS Bina Bangsa Bersama juga memberikan pembinaan mental dan fisik (bintalsik) yang dilakukan oleh anggota Koramil 01/Cilacap.
"Tujuan bintalsik sendiri untuk menempa jiwa, mental, dan kesehatan siswa. Kegiatan ini berlangsung selama tujuh hari, dengan harapan para siswa saat bekerja di dunia tambang telah memiliki fisik dan mental yang kuat," jelas Barco.
"Kami segenap pengurus dan jajaran BMC Bina Bangsa Bersama Cilacap mengucapkan terima kasih atas dukungan Koramil 01/Cilacap dan pemerintah daerah. Dengan adanya LPKS Bina Bangsa Bersama, setidaknya kami ikut berkontribusi kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam menekan angka pengangguran," tambahnya.
Sementara itu, salah seorang wali siswa LPKS Bina Bangsa Bersama, Nur Aisyah, mengaku merasa senang dan puas dengan lembaga pelatihan tersebut. Ia menyebut putranya, Dafa Enjang Adi Prasetyo, dapat diberangkatkan bekerja dalam waktu relatif singkat.
"Saya bersyukur tidak salah dalam memilih lembaga pelatihan. Di LPKS Bina Bangsa Bersama, pelatihan selama dua bulan sudah membuat anak saya diminati perusahaan untuk bekerja," kata Nur.
"Semoga di tempat kerja, anak saya bisa menerapkan ilmu yang telah diperoleh dari LPKS Bina Bangsa Bersama serta mampu membawa diri dengan baik," tandasnya. (*)
