KETIK, GRESIK – Dengan peta persaingan industri ritel dan properti komersial bergerak kian dinamis. Perubahan perilaku konsumen, penetrasi digital, hingga tuntutan pengalaman menjadi tantangan nyata bagi pelaku usaha.
Di tengah kondisi tersebut, PT Dharma Graha Utama (DGU) memilih untuk tidak sekadar bertahan, melainkan memantapkan langkah melalui penguatan strategi, inovasi, dan kolaborasi berkelanjutan.
Fokus tersebut menjadi misi utama PT. Dharma Graha Utama yang disampaikan pada Rapat Kerja ke-7 PT. Dharma Graha Utama Tahun 2026 pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Bahkan pusat perbelanjaan dan hotel di bawah naungan PT Dharma Graha Utama ini optimis menargetkan pengunjung maupun omset naik 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Rapat Kerja yang bertema “Pertumbuhan Unit Usaha Melalui Pelayanan Prima yang Kreatif, Inovatif, dan Kompetitif” yang dihelat di Aston Gresik Hotel kali ini, dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT. DGU, Erwin H Poedjono, Owner dan Penasihat Utama PT. DGU, Bambang Harjo Soekartono, Owner dan Komisaris Utama PT. DGU , Bambang Soengging Soerjasmoro.
Kegiatan Rapat Kerja kali ini dibuka oleh Ketua Panitia lalu dilanjutkan laporan program kerja dan evaluasi dari General Manager Gressmall, Erich Pramono Bangun. Kemudian, dilanjutkan laporan program kerja dan evaluasi oleh General Manager Aston Gresik Hotel and Conference Center, Sri Paminta Nugraha.
Dalam pertemuan kali ini, para peserta membahas strategi inovatif untuk meningkatkan daya saing, efisiensi operasional, serta program dan pelayanan yang lebih berkualitas bagi para pelanggan dan pengunjung.
Direktur Utama PT Dharma Graha Utama, Erwin H. Poedjono mengatakan, setelah melakukan evaluasi dan rencana kerja dalam rapat kerja ke-6, pihaknya menyadari adanya banyak hal di luar perkiraan manajemen.
“Salah satu hal yang tidak kita perkirakan tahun 2025 lalu ada penurunan sebesar 5 persen, dikarenakan adanya pembatasan anggaran di sektor pemerintahan. Termasuk adanya kebijakan di sekolah yang melarang siswa wisuda di hotel maupun mall,” ujarnya.
Menyikapi hal itu, lanjut Erwin, pihaknya menyiapkan strategi inovatif dalam meningkatkan daya saing, efisiensi operasional, dan pelayanan yang lebih berkualitas bagi para pelanggan dan pengunjung. Sehingga tahun 2026 ini pihaknya optimis menargetkan kenaikan 10 persen.
“Selama ini kita terlena dengan mengandalkan kegiatan di sektor pemerintahan. Maka saat ini kita mulai melirik sektor lain seperti menggaet pengunjung wisata religi dengan menggandeng pihak travel,” ungkapnya.
Sebagai pengelola Gressmall, pusat perbelanjaan yang telah menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat Gresik, PT Dharma Graha Utama menempatkan adaptasi sebagai kunci utama.
Mall tidak lagi diposisikan semata sebagai ruang transaksi, melainkan sebagai ruang hidup yang mampu menjawab kebutuhan sosial, hiburan, hingga gaya hidup masyarakat Gresik dan sekitarnya.
Erich Pramono Bangun, General Manager Gressmall, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi strategi utama dalam menjawab perubahan pola konsumsi masyarakat Gresik dan sekitarnya.
“Perubahan perilaku konsumen menuntut pusat perbelanjaan untuk bergerak lebih adaptif. Gressmall tidak lagi kami posisikan semata sebagai tempat belanja saja, namun juga sebagai ruang pengalaman yang terintegrasi dengan hospitality, hiburan, dan aktivitas komunitas," jelasnya.
"Sinergi dengan Aston Gresik tentu juga menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem yang saling menguatkan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat hari ini,” tegasnya.
Sementara itu, S. Paminta Nugraha, General Manager Aston Gresik Hotel & Conference Center, menilai kolaborasi dengan pusat perbelanjaan memberikan nilai tambah bagi industri perhotelan.
“Kolaborasi antara hotel dan pusat perbelanjaan membuka peluang untuk menciptakan pengalaman menginap yang lebih lengkap bagi tamu. Melalui inovasi layanan dan peningkatan kualitas pelayanan prima, Aston Gresik dan Gressmall optimistis dapat tumbuh bersama serta berkontribusi positif bagi perkembangan industri perhotelan dan ritel di Gresik,” pungkasnya. (*)
