Mahasiswa UNAIR Gaungkan TASER, Tanam Serai Jadi Solusi Alami Redam DBD di Desa Wadeng Gresik

25 Januari 2026 23:01 25 Jan 2026 23:01

Thumbnail Mahasiswa UNAIR Gaungkan TASER, Tanam Serai Jadi Solusi Alami Redam DBD di Desa Wadeng Gresik

Seusai penanaman serai para Mahasiswa Unair dan Kelompok PKK Desa Wadeng foto bersama. (Foto : BBK 7 Unair. for Ketik.com)

KETIK, GRESIK – Upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan dengan cara yang kreatif dan ramah lingkungan. Mahasiswa BBK 7 Universitas Airlangga (UNAIR) berkolaborasi dengan POKJA 3 PKK Desa Wadeng menggelar kegiatan TASER (Tanam Serai Redam DBD), Minggu (25/1/2026), di Greenhouse Desa Wadeng, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya DBD sekaligus mengenalkan pemanfaatan tanaman serai sebagai pengendali nyamuk secara alami. Selain berdampak langsung pada kesehatan lingkungan, program TASER juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu Good Health and Well-Being.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan singkat mengenai bahaya penyakit DBD, siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan. Usai penyuluhan, peserta yang terdiri dari anggota POKJA 3 PKK dan mahasiswa BBK 7 UNAIR langsung mempraktikkan penanaman serai di area greenhouse desa.

Koordinator Kelompok BBK 7 UNAIR Desa Wadeng, Athaya Nasywa Nityasa menjelaskan bahwa serai dipilih karena mudah dibudidayakan dan dapat menjadi solusi sederhana bagi masyarakat.

Foto Penanaman serai menjadi salah satu program BBK 7 Unair di Deda Wadeng Gresik.  (Foto : BBK Unair for Ketik.com)Penanaman serai menjadi salah satu program BBK 7 Unair di Deda Wadeng Gresik. (Foto : BBK Unair for Ketik.com)

“Serai memiliki aroma yang tidak disukai nyamuk, sehingga bisa menjadi solusi alami untuk mencegah DBD di lingkungan rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Amalah, Ketua POKJA 3 PKK Desa Wadeng, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, program TASER memberikan pengetahuan baru yang aplikatif dan mudah diterapkan oleh warga.

“Kami senang karena mendapat ilmu baru yang bisa langsung diterapkan oleh warga,” katanya.

Desa Wadeng sendiri masih memiliki risiko penyebaran DBD akibat keberadaan nyamuk yang berkembang di lingkungan yang kurang bersih. Oleh karena itu, upaya pencegahan berbasis lingkungan seperti pemanfaatan tanaman pengusir nyamuk dinilai sangat penting sebagai langkah preventif yang murah, mudah, dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan TASER, diharapkan masyarakat Desa Wadeng semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan lingkungan. Kolaborasi antara mahasiswa dan PKK ini menjadi langkah sederhana namun berdampak dalam menciptakan desa yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya. (*)

Tombol Google News

Tags:

BBK 7 Unair Desa Wadeng serai Demam Berdarah