Mahasiswa STIE Widya Manggalia Demo Kampus, Tuntut Kejelasan Nasib Perkuliahan

28 Desember 2025 13:58 28 Des 2025 13:58

Thumbnail Mahasiswa STIE Widya Manggalia Demo Kampus, Tuntut Kejelasan Nasib Perkuliahan

Mahasiswa STIE Widya Manggalia saat menggelar aksi unjuk rasa di area kampus, Minggu, 27 Desember 2025, tuntut kejelasan perkuliahan. (Foto :Makroni/Ketik.com)

KETIK, BREBES – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menggelar aksi unjuk rasa dengan mendatangi kantor pengelola yayasan di area kampus STIE Widya Manggalia, Minggu, 27 Desember 2025.

Aksi ini dipicu kekecewaan mahasiswa terhadap manajemen universitas yang dinilai buruk dan tidak transparan dalam penyelenggaraan kegiatan perkuliahan.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa sejumlah spanduk tuntutan dan menyampaikan orasi di depan gedung kampus.

Mereka menyoroti ketidakjelasan jadwal kuliah serta nasib perkuliahan pada semester berjalan yang hingga kini belum mendapat kepastian.

Mahasiswa menyampaikan empat poin tuntutan utama.

  • Pertama, meminta kejelasan persoalan yang terjadi di lingkungan kampus STIE Widya Manggalia.
  • Kedua, mempertanyakan kelanjutan perkuliahan semester berjalan.
  • Ketiga, meminta kepastian waktu pelaksanaan kuliah tatap muka.
  • Keempat, mendesak pihak lembaga merilis pernyataan resmi secara terbuka terkait tuntutan mahasiswa.

Koordinator aksi, Moh. Sakha Nusa Saputra, menjelaskan aksi mahasiswa dipicu perubahan mendadak sistem perkuliahan sejak pertengahan Desember.

Ia menyebut kelas sore tiba-tiba diliburkan dan diganti dengan perkuliahan daring tanpa penjelasan resmi.

“Sebelum tanggal 12 Desember semua perkuliahan berjalan lancar. Namun pada hari itu kelas sore diliburkan secara tiba-tiba. Kemudian sejak Senin, 15 Desember hingga sekarang perkuliahan online, tapi sampai saat ini tidak ada pengumuman resmi bahkan tidak ada penjelasan kenapa,” kata Sakha, Minggu, 28 Desember 2025.

Ia juga menyebut sejumlah persoalan lain yang terjadi sejak 12 Desember, mulai dari penggembokan kampus, pencopotan identitas kampus STIE Widya Manggalia, hingga kondisi yang memaksa mahasiswa turun melakukan aksi.

Dalam aksi tersebut, perwakilan mahasiswa diterima oleh pihak Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan.

Mahasiswa kemudian menyerahkan surat tuntutan secara resmi kepada pihak kampus.

Sementara itu, Ketua Lembaga STIE Widya Manggalia Brebes, Dr. Lusia Wulandari Sutejo, SE., MM., melalui pesan singkat menyampaikan pihak lembaga memahami dan menghargai aspirasi yang disampaikan mahasiswa.

“Lembaga memahami dan menghargai aspirasi serta kekhawatiran yang disampaikan oleh mahasiswa. Aspirasi tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap keberlangsungan dan masa depan institusi,” ujarnya.

Ia menyampaikan seluruh aspirasi mahasiswa telah diteruskan secara resmi kepada pihak yayasan untuk segera ditindaklanjuti.

“Sebagai bentuk tanggung jawab lembaga, seluruh aspirasi mahasiswa sudah kami teruskan secara resmi kepada pihak yayasan agar secepatnya dapat diselesaikan,” terang Lusia.

Terkait upaya penyelesaian secara hukum, Lusia menyampaikan bahwa pihak yayasan telah melaporkan permasalahan tersebut kepada aparat kepolisian sejak Selasa, 15 Desember 2025, dan saat ini proses hukum masih berjalan.

“Lembaga menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan berharap pihak kepolisian dapat menangani permasalahan ini secara profesional dan cepat, sehingga tercipta kepastian hukum dan rasa keadilan bagi seluruh pihak,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh mahasiswa dan civitas akademika untuk tetap menjaga ketenangan, kebersamaan, serta suasana akademik yang kondusif.

Menurutnya, lembaga berkomitmen memastikan kegiatan akademik dan pelayanan mahasiswa tetap berjalan sambil menunggu penyelesaian melalui jalur hukum yang berlaku.(*)

Tombol Google News

Tags:

aksi demo mahasiswa STIE Widya Manggalia Brebes BEM Perkuliahan Aksi Mahasiswa pendidikan tinggi