Geram Terus Dilanda Banjir, Warga Brebes Gelar Aksi Keprihatinan di Tengah Genangan Air

26 Maret 2026 16:09 26 Mar 2026 16:09

Thumbnail Geram Terus Dilanda Banjir, Warga Brebes Gelar Aksi Keprihatinan di Tengah Genangan Air

Sejumlah warga gelar aksi keprihatinan ditengah banjir (Foto: Makroni/Ketik.com)

KETIK, BREBES – Puluhan warga turun ke jalan menggelar aksi keprihatinan, menuntut pertanggungjawaban otoritas terkait atas kondisi wilayah mereka yang terus dilanda banjir. Aksi ini dipicu rasa frustrasi karena meski anggaran penanganan banjir disebut telah mencapai ratusan miliar rupiah, dampaknya belum dirasakan di lapangan.

Dalam aksi tersebut, warga membawa spanduk bertuliskan “Segera keruk Kali Babakan, tunggu apa lagi, ke mana duit 270 miliar”. Mereka juga mendesak agar Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung dicopot dari jabatannya, “Pecat Agus Kuncoro Kepala BBWS Cirebon,” seru mereka.

"Kami heran, anggaran yang digelontorkan besar, katanya untuk drainase, sodetan, tapi faktanya, kami selalu kebanjiran, bahkan ini banjir terparah," ujar Mahfudin, koordinator lapangan aksi pada Kamis, 26 Maret 2026.

Warga menilai ada ketidakberesan dalam skala prioritas pembangunan atau pengawasan proyek di lapangan. Mereka mendesak pihak otoritas untuk melakukan audit transparan terhadap proyek-proyek pengendalian banjir yang sedang maupun telah berjalan.

Sementara itu, pihak BBWS Cimanuk Cisanggarung saat dikonfirmasi menyebut anggaran yang dimaksud belum direalisasikan dan baru akan dilelang pada April mendatang.

"Jadi terkait anggaran yang disebutkan itu masih dalam revisi desain, mudah mudahan di bulan April ini proses lelang berjalan dan kemudian setelah ada pemenangnya segera pelaksanaan," kata Uki, pihak dari BBWS Cimancis Cisanggarung kepada Ketik.com, Kamis, 26 Maret 2026.

Ia menyebut, untuk penanganan sementara Sungai Babakan, BBWS Cimanuk Cisanggarung telah membangun kolam retensi dan menurunkan pompa untuk menyedot genangan banjir.

"Penanganan darurat jangka pendek yang bisa dilakukan saat ini yang pertama menurunkan pompa air untuk mengurangi genangan, kemudian bila kondisi sudah memungkinkan kita akan menurunkan alat berat," kata Uki.

Ia mengatakan, penanganan operasi dan pemeliharaan jangka pendek saat ini masih menggunakan peralatan milik BBWS sembari menunggu proses lelang proyek. 

Diketahui, Sungai Babakan yang membelah Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, kerap meluap hingga menyebabkan banjir di wilayah sekitar, bahkan banjir pada Rabu, 25 Maret 2026 menjadi yang terparah.

Banjir akibat luapan Sungai Babakan ini merendam ratusan rumah dan berdampak pada ribuan jiwa. Satu orang dilaporkan mengalami luka akibat tertimpa tembok, dua ekor sapi hanyut dan mati, 13 kambing ikut hanyut, satu jembatan amblas, serta satu rumah roboh.

Jalan nasional juga terdampak banjir setinggi 60 cm, sehingga sejumlah kendaraan arus balik terendam. Hingga kini, upaya penanganan meliputi rekayasa lalu lintas dan evakuasi warga. (*)

Tombol Google News

Tags:

banjir Sungai Babakan Ketanggungan Brebes Aksi Warga keprihatinan