Beri Contoh Nyata, Sekda Erik dan ASN Kota Malang Kompak 'Gowes' ke Kantor Demi Hemat BBM

27 Maret 2026 08:53 27 Mar 2026 08:53

Thumbnail Beri Contoh Nyata, Sekda Erik dan ASN Kota Malang Kompak 'Gowes' ke Kantor Demi Hemat BBM

Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso dan ASN di Balai Kota Malang berangkat kerja menggunakan sepeda untuk mengikuti instruksi Wali Kota Malang demi menghemat BBM. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso bersama para Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Kota Malang memberikan contoh semangat bekerja dengan menggunakan sepeda pancal.

Hal tersebut menindaklanjuti instruksi dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat agar ASN ikut mendukung penghematan BBM di tengah krisis global. Para ASN diimbau untuk berangkat kerja menggunakan sepeda maupun transportasi publik untuk menghemat BBM. 

Erik berangkat dari rumahnya yang berlokasi di Balearjosari, Kecamatan Blimbing, Kota Malang sekitar pukul 06.00 WIB. Terpantau pada sekitar pukul 07.30 WIB, Erik dan beberapa ASN Kota Malang telah duduk beristirahat dengan masih mengenakan perlengkapan lengkap ala pesepeda. 

Mereka ialah Achmad Sholeh Kepala Bagian (Kabag) Kesejahteraan Rakyat, Suparno Kabag Hukum, Yuyun Nanik Ekowati Kabag Pemerintahan, dan lainnya. 

"Kalau saya tadi berangkat dari rumah jam 06.00 WIB. Saya kan memang biasa bersepeda ya, berangkat jam segitu sudah paling siang," ujar Erik, Jumat, 27 Maret 2026.

Sekda penggemar olahraga sepeda pancal itu bahkan menyempatkan untuk mengambil rute yang lebih jauh dari biasanya. Menurutnya kebijakan bike to work atau bersepeda ke tempat kerja tak hanya membantu dalam penghematan BBM, namun menjaga kebugaran para ASN. 

"Kami berangkatnya dari rumah masing-masing dengan satu titik tujuan ke kantor untuk bekerja. Malah saya tadi muter dulu karena kalau dari rumah saya ke sini enggak sampai 10 km," tuturnya. 

Erik menekankan pada hari pertama pelaksanaan kebijakan berangkat kerja dengan bersepeda ini masih fleksibel. Belum ada pemberlakuan sanksi bagi ASN, mengingat tidak semua ASN terbiasa menggunakan sepeda pancal. 

"Kalau semangatnya itu dikarenakan kita melakukan strategi mitigasi, sambil kita lakukan persiapan dan semacam uji coba. Jadi kita mitigasi jika krisis global tentang energi, tentang BBM itu benar-benar terjadi, tentunya kita sudah punya alternatif-alternatif strategi untuk solusi mengatasinya," tegasnya. 

Erik menekankan, sepeda bukan satu-satunya alternatif yang dianjurkan. Para ASN juga dapat berangkat kerja dengan menggunakan transportasi publik dan lainnya. 

"Perlu waktu juga untuk adaptasi menyesuaikan supaya bisa lebih sehat gitu. Proses-proses seperti ini yang terus kita gelorakan untuk menyiapkan strategi mitigasi jika terjadi krisis energi BBM itu. Tapi bagi yang belum terbiasa berolahraga, beraktivitas fisik secara rutin, angkutan umum bisa jadi salah satu pilihan yang sangat strategis untuk berangkat ke kantor," tutupnya. (*)

 

Tombol Google News

Tags:

Balai Kota Malang ASN Bersepeda Hemat BBM ASN Kota Malang Berangkat Kerja Sepeda Pancal BBM