KETIK, JEMBER – Peristiwa ledakan di Masjid Raya Pesona, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, terjadi saat jemaah tengah melaksanakan Salat Tarawih pada Senin malam, 16 Maret 2026 sekitar pukul 19.30 WIB.
Insiden itu berlangsung pada malam ke-27 Ramadan 1447 Hijriah. Saat itu, salat telah memasuki rakaat ke-14 ketika dentuman keras tiba-tiba terdengar dari dalam area masjid.
Berdasarkan keterangan saksi, sumber ledakan berasal dari sekitar area dekat tempat wudhu laki-laki. Suara ledakan yang cukup keras bahkan terdengar hingga ke permukiman warga sekitar.
Puluhan jemaah yang tengah beribadah langsung berhamburan keluar masjid untuk menyelamatkan diri. Kepanikan tidak terhindarkan karena khawatir terjadi ledakan susulan.
“Untuk kejadiannya tadi sekitar pukul setengah delapan. Jam itu mati karena ledakan, jadi berhenti itu, menunjukkan waktu yang akurat. Kejadiannya kira-kira saat rakaat ke-14,” ujar Takmir Masjid Raya Pesona, Muhammad Fadil.
Getaran dari ledakan juga menyebabkan jam dinding masjid berhenti tepat pada waktu kejadian, memperkuat dugaan kuatnya tekanan yang ditimbulkan.
Selain menimbulkan kepanikan, ledakan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan masjid. Plafon dilaporkan runtuh, etalase buku hancur, serta bagian roster di sekitar titik ledakan mengalami kerusakan.
Satu orang jemaah dilaporkan mengalami gangguan pendengaran akibat kerasnya suara ledakan. Korban sempat mendapatkan perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD).
“Memang di lokasi kejadian ada lemari yang terlantar, artinya tidak bisa dipakai. Isinya apa itu yang kami kurang paham, karena ruangan tersebut juga tidak pernah dimanfaatkan,” katanya.
Sementara itu, polisi telah menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pembersihan lokasi bersama warga. Garis polisi yang sebelumnya terpasang juga telah dilepas sejak Selasa (17/3/2026).
“Setelah olah TKP dan pengamanan, kami juga melaksanakan kerja bakti membersihkan sisa-sisa ledakan. Saat ini masyarakat sudah bisa kembali menggunakan masjid untuk beribadah,” ujar Bobby.
Polisi memastikan situasi di wilayah Jember tetap aman dan kondusif. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta menjaga ketertiban pasca kejadian tersebut.
"Kami berharap masyarakat, tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Situasi masyarakat di wilayah Jember tetap kondusif," tandasnya.
