KETIK, MALANG – Industri perhotelan di Kota Malang terus menunjukkan geliat pertumbuhan positif, selaras dengan melonjaknya aktivitas pariwisata. Dalam waktu dekat, lima hotel baru dipastikan akan memperkaya pilihan akomodasi bagi wisatawan maupun pelaku perjalanan bisnis.
Dari lima rencana tersebut, dua hotel bahkan telah resmi beroperasi dan mulai menerima tamu. Hal ini menjadi sinyal kuat optimisme terhadap prospek sektor pariwisata yang kian berkembang.
Kehadiran hotel-hotel baru ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan hunian yang melonjak, terutama saat musim libur panjang (peak season). Selain memperkuat daya tampung, ekspansi ini diyakini akan mendongkrak ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.
Ketua PHRI Kota Malang, Agoes Basoeki, menegaskan bahwa penambahan jumlah hotel bukanlah ancaman persaingan yang saling menjatuhkan. Sebaliknya, hal ini merupakan kekuatan pariwisata yang memungkinkan antarpengelola untuk saling mendukung.
Menurut Agoes, setiap hotel memiliki ciri khas (keunikan) dan segmen pasar tersendiri, sehingga kehadiran kompetitor baru tidak akan berdampak negatif pada pelaku usaha lama.
"Kalau kita sadari fisik hotel itu punya karakter sendiri-sendiri, semua hotel memiliki konsep yang berbeda-beda, seperti hotel ini, Hotel Tugu itu punya karakter sendiri, kalau Grand Mercure Malang Mirama sebagai hotel convention, yang mengandalkan MICE. Mereka punya segmen pasar sendiri-sendiri," jelas Agoes Basoeki, Kamis, 26 Maret 2026.
Agoes mengingatkan agar para pengelola hotel tidak bersikap egois, terutama saat Kota Malang menggelar event skala besar. Komunikasi antarhotel menjadi kunci agar pelayanan kepada wisatawan tetap optimal.
"Mereka juga tidak boleh egois. Kalau ada event besar juga mereka harus saling membantu. Dengan adanya ini, kita harus menerima kenyataan adanya hotel baru. Antar hotel bisa saling komunikasi," tuturnya.
Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) hadir untuk menjembatani komunikasi tersebut. Memberikan pemahaman bahwa komunikasi antarhotel itu penting. Bergabung dalam asosiasi itu sangat dianjurkan untuk menjalankan visi misi dan berpartisipasi dalam kegiatan pariwisata.
Agoes Basoeki juga mengungkapkan bahwa asosiasi kerap membantu sejumlah hotel yang membutuhkan saran. Tak hanya itu, ia juga mengharapkan hotel yang besar bisa membantu hotel-hotel kecil agar bisa bertahan dan memiliki standar yang bagus.
"Tujuan kami, ada asosiasi untuk memberikan pemahaman bahwa bergabung dalam asosiasi sangat penting dan menjalankan visi misi kita, menjalankan pariwisata, berpartisipasi kegiatan pariwisata. Di anggota kita harus bisa menunjukkan bahwa kita memiliki manfaat. Kalau anggota membutuhkan saran peraturan, kita kasih tahu, kami saling berbagi," ungkap Agoes Basoeki.
Menurutnya, banyak hotel kecil yang kurang melek akan teknologi. Sehingga, ia berharap hotel-hotel besar bisa memberikan pelatihan kepada hotel-hotel kecil agar bisa bertahan dengan pemahaman digital.
"Kami juga membayangkan suatu saat hotel yang besar-besar itu bisa membantu hotel kecil-kecil agar bisa bertahan dan bisa betul-betul memiliki standar yang bagus. Salah satunya adalah hotel kecil yang masih kurang melek dalam digital, mereka kebanyakan masih mengandalkan manual. Ya sulit," ujarnya.(*)
