KETIK, LEBAK – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lebak menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) Tahun 2026 yang diikuti oleh lebih dari 60 peserta, terdiri dari siswa terpilih serta panitia OSIS dan MPK.
Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 27 hingga 29 Januari 2026, bertempat di DM Tirta Persada, Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.
LDKS tahun ini mengangkat tema "Ekoteologi in Action: Kepemimpinan Pelajar Beriman Berdampak Nyata bagi Lingkungan".
Tema ini menekankan pentingnya membentuk pemimpin pelajar yang tidak hanya unggul secara intelektual dan organisatoris, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Ketua Pelaksana LDKS, Chaidar Ali Ghazi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mencetak kader-kader pemimpin muda yang memiliki integritas, keberanian, dan karakter yang kuat, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.
“Melalui LDKS ini, kami berharap para peserta mampu menemukan jati diri sebagai agen perubahan (agent of change) yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekolah, masyarakat, dan bangsa,” ujar Chaidar Ali Ghazi kepada wartawan, Selasa 27 Januari 2026.
Sementara itu, Pembina OSIS dan MPK MAN 1 Lebak, Baeji Iskandar, menegaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti LDKS merupakan siswa-siswa terpilih yang telah melalui proses seleksi ketat.
Seleksi tersebut dilakukan untuk menjaring calon pemimpin yang memiliki potensi kepemimpinan dan kemampuan manajerial organisasi yang baik.
“Kami ingin menyiapkan bibit pemimpin masa depan yang mampu menjadi problem solver dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan organisasi, khususnya di lingkungan OSIS dan MPK,” tegas Baeji.
Kepala MAN 1 Lebak, M. Dudi Rafiudin, dalam sambutannya menekankan bahwa nilai kepemimpinan harus berjalan seiring dengan tanggung jawab menjaga dan melestarikan alam.
Menurutnya, konsep ekoteologi menjadi landasan penting dalam membangun kepemimpinan yang berorientasi pada keberlanjutan.
“Melalui ekoteologi, kita ingin melahirkan pemimpin yang mampu memadukan nilai-nilai agama dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pemimpin yang cinta alam, menjaga kebersihan, serta memberikan dampak positif bagi ekosistem, bukan kepemimpinan yang bersifat fasad dan justru merusak lingkungan,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi kepemimpinan, pembinaan karakter, simulasi organisasi, serta direncanakan melakukan aksi nyata peduli lingkungan sebagai bentuk implementasi langsung dari tema yang diusung.
"Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi pelajar MAN 1 Lebak yang beriman, berkarakter, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan hidup," pungkasnya. (*)
