KETIK, BOJONEGORO – Mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan bermakna, pengurus OSIM MA Rahmatullah Tulungagung, Baureno, Bojonegoro menggelar aksi Berbagi Takjil pada hari Jumat (13/03/2026).
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian para siswa terhadap sesama, sekaligus upaya menumbuhkan semangat kedermawanan di lingkungan madrasah.
Aksi berbagi ini dipusatkan di titik lokasi strategis yakni Selatan Balai Desa Baureno yang padat lalu lintas. Sejak sore hari, para anggota OSIM telah bersiap dengan paket-paket takjil yang akan dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas.
Agar kegiatan berjalan kondusif, para guru MA Rahmatullah Tulungagung turut terjun ke lapangan untuk memberikan pendampingan.
Hal ini dilakukan guna memastikan proses pembagian takjil berlangsung tertib, aman, dan tetap menjaga kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Lebih dari Sekadar Memberi
Bagi MA Rahmatullah Tulungagung, kegiatan ini memiliki makna mendalam dalam pembentukan karakter siswa:
Mengasah Empati: Mengajak siswa untuk peka terhadap kebutuhan orang lain, terutama mereka yang masih dalam perjalanan saat waktu berbuka tiba.
Pendidikan Etika: Melatih siswa untuk bersikap ramah, sopan, dan santun saat berinteraksi langsung dengan masyarakat luas.
Solidaritas Internal: Mempererat kekompakan antar pengurus OSIM dalam merencanakan serta mengeksekusi sebuah kegiatan sosial.
Apresiasi dari Pengguna Jalan
Masyarakat dan pengguna jalan menyambut hangat inisiatif ini. Banyak pengendara yang merasa terbantu dengan adanya takjil gratis ini, dan tidak sedikit pula yang memberikan apresiasi atas sikap santun para siswa saat menyerahkan paket makanan.
"Melihat semangat anak-anak OSIM berbagi dengan wajah ceria menjadi pemandangan yang menyejukkan. Ini adalah pembelajaran hidup yang luar biasa bagi mereka," ungkap salah satu guru pendamping.
Menjaga Tradisi Kebaikan
Kegiatan tahunan ini diharapkan dapat terus menjaga hubungan harmonis antara MA Rahmatullah Tulungagung dengan warga sekitar.
Dengan tuntasnya pembagian seluruh paket takjil menjelang magrib, diharapkan nilai-nilai kebaikan Ramadan ini dapat terus melekat dalam jati diri siswa dan menjadi inspirasi bagi lingkungan untuk terus menebar manfaat. (*)
