KETIK, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memberi apresiasi dan mendorong Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah AR Fachruddin (STTM ARFA) terus berusaha mewujudkan pendidikan berkualitas.
Kerja sama yang baik antara Pemkab dengan perguruan tinggi akan berdampak positif bagi kemajuan Bojonegoro.
Hal itu diungkapkan Staf Ahli Bupati Bojonegoro Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sukaemi yang mewakili Bupati Setyo Wahono saat acara wisuda sarjana ke-1 STTM ARFA Bojonegoro di Hotel Eastern, Sabtu, 31 Januari 2026.
“Pendidikan tinggi harus juga mampu membentuk ekosistem pendidikan yang memberi manfaat kepada masyarakat,” ungkapnya.
Sebanyak 33 mahasiswa program studi (prodi) Informatika dan prodi Desain Komunikasi Visual (DKV) mengikuti prosesi wisuda ke-1 dengan khidmat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Bojonegoro Dr. H. Cantika Wahono, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Dr. Hidayatullah, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro H Soewito, serta tamu undangan lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Bojonegogoro Cantika Wahono menyampaikan apresiasi atas suksesnya acara wisuda ke-1 STTM ARFA.
“Sebagai perguruan tinggi yang lahir dari technopreneurship dan nilai keislaman, STTM ARFA telah mempersiapkan lulusannya tak hanya ahli teknologi tapi juga karakter yang kuat menghadapi dinamika zaman,” terangnya.
Cantika Wahono juga mendorong STTM ARFA mewujudkan semangat kolaborasi dengan pemerintah daerah, akademikis, dunia usaha dan industri untuk mencapai tujuan pendidikan berkualitas.
“Kepada orang tua wisudawan, saya mengapresiasi yang setinggi-tingginya atas jerihpayahnya mendorong anak-anaknya untuk sampai di titik sekarang ini,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor STTM ARFA Bononegoro Dr Nurdiansyah menjelaskan bahwa STTM kini memiliki dua prodi, yakni Informatika dan DKV. Ke depan, kampus yang ada di Sumberrejo-Bojonegoro ini optimis bisa segera berubah menjadi universitas.
“Pesan saya untuk wisudawan, bisa menjadi fighter yang mampu bersaing. Tangguh dan punya daya juang,” pungkasnya (Skm)
