KETIK, BOGOR – Lima Biji Coffee hadir menawarkan beragam jenis kopi yang tidak hanya nikmat, tetapi juga berkualitas premium. Dengan pengolahan yang melibatkan peneliti dari IPB University, bisnis kopi ini menghadirkan inovasi yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
Lima Biji Coffee merupakan lini usaha dari perusahaan Lima Biji Agritech yang berbasis di Kota Bogor. Selain mengembangkan produk kopi, perusahaan ini juga aktif melakukan ekspor kopi dalam bentuk green bean maupun roasted bean. Di samping itu, Lima Biji Agritech turut mengembangkan produk alternatif gula berupa gula stevia bubuk.
Dalam merintis usaha di bidang kopi, Lima Biji Coffee memiliki keunikan pada proses pengelolaan biji kopi. Melalui kerja sama dengan peneliti IPB University, perusahaan ini menciptakan inovasi bernama “Kopi Luwak Enzimatis”, sebuah produk yang diklaim tidak memiliki duplikasi di pasaran.
Inovasi Kopi Luwak Enzimatis merupakan alternatif dari kopi luwak konvensional yang selama ini beredar. Produk ini hanya dapat ditemukan di Lima Biji Coffee. Selain itu, sebagai alternatif kopi luwak, metode ini memungkinkan produksi dalam jumlah lebih besar dengan cita rasa yang konsisten.
“Untuk produk ini bisa dibilang hanya perusahaan kami yang dapat memproduksinya, karena hak paten proses produksinya dilimpahkan kepada kami. Jadi bisa dikatakan kami satu-satunya yang memiliki dan memproduksi kopi ini,” ungkap Faisal Rifqi, CEO Lima Biji Agritech.
Faisal Rifqi mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada dunia kopi telah tumbuh sejak 2019. Berawal dari tugas penelitian skripsi tentang biji kopi, ia kemudian menginisiasi dan membangun usaha ini bersama tim pada awal tahun 2025.
Selain itu, Faisal juga pernah mendalami dunia perkopian di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (Puslitkoka) pada 2019. Pengalaman tersebut membuatnya memiliki pemahaman mendalam mengenai kopi berkualitas tinggi.
Saat ini, Lima Biji Coffee memiliki sekitar 20 hingga 30 varian kopi, mulai dari Arabika, Robusta, hingga coffee blend untuk kebutuhan B2B. Faisal menyebutkan, jumlah varian tersebut masih berpotensi bertambah ke depannya.
Sebagai perusahaan yang baru mulai beroperasi pada awal tahun 2025, Lima Biji Coffee menargetkan diri untuk membangun brand sebagai Top of Mind Roastery. Tak hanya itu, perusahaan ini juga ingin menjadi pemasok kopi berkualitas terbaik bagi pelaku usaha F&B, hotel, hingga perkantoran.
Lima Biji Coffee kini tidak hanya melayani pengiriman antar kota, tetapi juga telah menembus pasar ekspor internasional. Hal ini menjadi bukti bahwa kualitas produk yang ditawarkan tidak perlu diragukan lagi.
Di sisi lain, Lima Biji Coffee juga membawa misi untuk mengubah tren konsumsi kopi sachet di masyarakat. Selain menawarkan rasa yang lebih premium, konsumsi kopi tanpa gula dinilai lebih sehat.
“Saya ingin mengubah kebiasaan masyarakat yang terbiasa minum kopi sachet menjadi minum kopi asli tanpa gula. Selain rasanya lebih enak dan berkualitas, kopi tanpa gula juga lebih sehat,” jelas Faisal.
Beberapa jenis kopi di Lima Biji Coffee. (Foto: Aliyah/Ketik.com)
Ke depan, Faisal berharap Lima Biji Agritech dapat tumbuh menjadi roastery dan pemasok kopi terpercaya dengan kualitas unggul, sekaligus menjadi mitra yang andal bagi pelaku usaha F&B.
“Harapan saya, brand ini bisa menjadi roastery dan pemasok kopi terpercaya dengan kualitas yang baik dan menguntungkan, menjadi partner yang reliable dengan suplai stabil, kualitas konsisten, serta cepat dalam menyelesaikan masalah,” ujarnya.
Tak hanya itu, Faisal juga bercita-cita menjadi CEO Gen Z yang visioner, relevan dengan pasar, serta mampu menjembatani petani kopi dengan konsumen modern.
“Saya ingin terus mengasah diri sebagai pemimpin muda yang paham kopi dari hulu ke hilir, sekaligus membangun personal branding sebagai CEO Gen Z yang visioner dan relevan dengan pasar,” tuturnya.
Bagi para pecinta kopi, Lima Biji Coffee dapat menjadi jawaban atas kebutuhan kopi berkualitas premium dengan inovasi modern yang menghadirkan cita rasa berbeda. (*)
