KETIK, TRENGGALEK – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Trenggalek menggelar tradisi Megengan dan doa bersama untuk para Masyayikh Nahdlatul Ulama (NU) serta tokoh-tokoh PKB yang telah wafat. Agenda yang berlangsung di Kantor DPC PKB Trenggalek ini digelar dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah.
Ketua DPC PKB Trenggalek, Sukarodin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjuang bagi partai dan umat.
"Kita telah menggelar Megengan dan doa bersama. Doa tersebut untuk para Masyayikh NU dan tokoh-tokoh PKB," kata Sukarodin, Selasa, 17 Februari 2026.
Sukarodin menjelaskan, doa bersama tersebut secara khusus ditujukan bagi para tokoh PKB Trenggalek, termasuk para pendiri yang tergabung dalam Tim 5 dan Tim 9 yang kini telah tiada.
"Tak ketinggalan ada Kiai Fanani, Gus Rukhin, Pak Dawam Ismail, Pak Kholiq, dan Mbah Nyoto Ibrahim," tuturnya.
Selain para tokoh pendiri, doa juga dipanjatkan untuk para kader serta simpatisan PKB yang telah berpulang. Ritual tahlilan bersama ini diharapkan menjadi wasilah agar para almarhum mendapatkan kemuliaan di alam kubur.
"Semoga semua bisa diterima disisi-Nya, sesuai amal perbuatan," ujarnya.
Kegiatan Megengan ini sudah menjadi agenda tahunan yang rutin dilakukan, termasuk di akhir bulan Ramadan.
"Intinya, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin PKB Trenggalek di awal Ramadhan dan awal Syawal," jelasnya.
Politisi senior yang juga menjabat sebagai legislator di DPRD Kabupaten Trenggalek ini menyebutkan bahwa Megengan merupakan agenda rutin tahunan partai, baik saat menyambut Ramadan maupun menjelang Idulfitri.
"Bertindak sebagai imam atau pemimpin doa bersama adalah Ketua Dewan Syuro, KH. Nurhasyim," pungkasnya. (*)
