KETIK, MALANG – Ada satu nama yang tidak bisa dilupakan saat membahas syiar Islam di wilayah Malang Raya. Nama tersebut adalah Kiai Ageng Gribig atau kerap juga dipanggil Ki Ageng Gribig.
Tak banyak yang diketahui dari sosok Ki Ageng Gribig. Dari keterangan yang terpasang di kompleks pemakamannya, ia memiliki nama asli Raden Mosi Bagono. Selain itu, ia juga memiliki gelar Ario Pamoetjong.
Asal-usulnya pun buram. Yang ada hanya kisah dari mulut ke mulut yang mengatakan bahwa ia adalah keturunan ksatria asal Mataram. Ada juga yang menyebut bahwa ia adalah adik Sunan Giri dari Gresik. Bahkan, ada yang menyebut bahwa ia adalah keturunan penguasa Majapahit.
Namun, terlepas dari perbedaan tersebut, nyaris semua sumber sepakat bahwa Ki Ageng Gribig merupakan sosok sentral dakwah Islam di wilayah timur Gunung Kawi pada abad ke-15.
Di kompleks makamnya, di wilayah Madyopuro, Kedungkandang, Kota Malang, terdapat sebuah surau dengan pendopo kecil. Dipercaya, di tempat itulah Ki Ageng Gribig berdakwah.
Murid-muridnya kemudian berkelana dan berdakwah di sejumlah tempat lain di wilayah Malang.
Dalam buku Ekspedisi Samala, tertulis bahwa upaya Demak menaklukkan Kerajaan Sengguruh, di wilayah yang sekarang berada di selatan Kepanjen, dibantu oleh komunitas Islam dari wilayah Gribig atau Ngibik.
Terlepas dari masih simpang siurnya sejarah Ki Ageng Gribig, ia tetap dikenal sebagai punjer penyebaran Islam di Malang Raya. Makamnya selalu ramai oleh para peziarah.
Galih Firmansyah, salah satu peziarah yang sempat ditemui Ketik.com di kompleks makam Ki Ageng Gribig pada Kamis, 19 Februari 2026, mengaku sengaja mampir untuk berziarah. Warga Gondanglegi, Kabupaten Malang, tersebut menyebut bahwa jasa-jasa Ki Ageng Gribig sangat besar.
“Beliau merupakan salah satu tokoh yang memulai dakwah Islam di wilayah Malang. Saya sebagai warga Malang Raya juga sengaja ke sini untuk berdoa sebagai wujud terima kasih kepada beliau,” ujar Galih.
“Saya mungkin tidak tahu banyak soal sejarah beliau. Namun, beliau adalah sosok penyebar Islam di Malang Raya,” tandasnya. (*)
