KH Moh Zuhri Zaini Ingatkan Pentingnya Menjaga Rahasia Keluarga dan Adab dalam Kehidupan

10 Januari 2026 13:00 10 Jan 2026 13:00

Thumbnail KH Moh Zuhri Zaini Ingatkan Pentingnya Menjaga Rahasia Keluarga dan Adab dalam Kehidupan

KH. Moh. Zuhri Zaini saat memberikan pengajian pada pengurus (Foto: Ponirin Mika/Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid, KH Moh Zuhri Zaini, menekankan pentingnya menjaga privasi pribadi dan keluarga dari konsumsi publik. Ia menyoroti fenomena sosial yang kian marak, di mana persoalan rumah tangga, termasuk relasi suami-istri, kerap dibagikan kepada orang lain tanpa mempertimbangkan batasan etika dan adab.

Dalam penjelasannya, Kiai Zuhri menegaskan bahwa keterbukaan dan kejujuran memang memiliki nilai positif, namun keduanya harus ditempatkan secara proporsional. Menurutnya, tidak semua hal layak disampaikan ke ruang publik, terutama urusan yang bersifat sangat pribadi.

"Rahasia keluarga itu tidak boleh diceritakan kepada teman dekat sekalipun. Urusan pribadi itu ada batasannya. Menyebarkan rahasia sama saja dengan melanggar janji dan termasuk bentuk pengkhianatan," tegas Kiai Zuhri.

Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, terdapat hal-hal yang diibaratkan sebagai aurat, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara maknawi. Aurat tersebut, meskipun milik pribadi, tetap wajib dijaga dan tidak diumbar kepada orang lain.

Kiai Zuhri juga mengingatkan dampak spiritual dari kebiasaan membuka aib rumah tangga. Ia mengutip dalil keagamaan yang menyebutkan bahwa salah satu golongan manusia dengan kedudukan paling buruk di hari kiamat adalah mereka yang melakukan hubungan suami-istri, lalu menceritakan secara terbuka rahasia ranjang kepada pihak lain.

 

Adab Menjadi Landasan Utama

Selain menjaga lisan, Kiai Zuhri menegaskan bahwa adab harus menjadi fondasi utama dalam beribadah dan bersikap. Ia menilai bahwa sah secara hukum belum tentu mencerminkan sikap yang pantas secara adab.

Ia memberikan ilustrasi tentang seseorang yang melaksanakan salat hanya dengan mengenakan celana pendek yang sekadar menutup aurat. Menurutnya, meskipun salat tersebut sah secara fikih, dari sisi adab hal tersebut tetap dinilai kurang pantas.

"Berhadapan dengan manusia saja kita merasa malu jika hanya memakai celana kolor, apalagi menghadap Tuhan. Di situlah pentingnya menjaga adab," imbuhnya.

Sebagai teladan utama, Kiai Zuhri mengangkat akhlak Nabi Muhammad SAW dalam menjaga kehormatan keluarga. Ia mengutip riwayat dari Sayyidah Siti Aisyah RA yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah memperlakukan hubungan suami-istri secara berlebihan, demikian pula sebaliknya.

Menurut Kiai Zuhri, sikap tersebut menunjukkan bahwa meskipun hubungan suami-istri dibolehkan secara syariat, Rasulullah SAW tetap menjunjung tinggi adab, rasa malu, dan kehormatan dalam kehidupan rumah tangga. Nilai-nilai inilah yang perlu diteladani dan dihidupkan kembali dalam kehidupan umat saat ini. (*)

 

Tombol Google News

Tags:

Kiai Zuhri Zaini Pesantren Nurul Jadid Menjaga Rahasia santri pondok pesantren Nurul Jadid