KETIK, BREBES – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Brebes tak gentar hadapi isu eksodus massal kader dan simpatisan partai yang diklaim berpindah ke partai politik lain.
Ia menyebut, klaim perpindahan dukungan merupakan hal yang lazim dalam dinamika politik dan tidak perlu disikapi secara berlebihan.
Menurut Ketua DPC, kebenaran dari klaim tersebut baru dapat dibuktikan melalui perolehan suara pada pemilihan umum mendatang.
“Klaim soal eksodus atau perpindahan dukungan itu hak masing-masing pihak untuk berbicara. Namun, benar atau tidaknya klaim tersebut, mari kita lihat saja hasilnya di kotak suara pada Pemilu 2029 nanti. Itu indikator paling jujur dan tidak bisa dimanipulasi,” ujarnya saat memberikan keterangan kepada Ketik.com, Sabtu, 17 Januari 2026.
Ia menyampaikan, struktur partai di Brebes memilih untuk tidak larut dalam polemik yang dinilai tidak produktif. Fokus utama PDI Perjuangan saat ini diarahkan pada kerja-kerja nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, loyalitas kader dan simpati rakyat tidak dibangun melalui wacana, melainkan lewat kehadiran partai dalam membantu menyelesaikan persoalan warga.
Ketua DPC juga menyampaikan instruksi kepada seluruh jajaran pengurus, mulai dari tingkat cabang hingga akar rumput, agar tetap menjaga soliditas dan tidak mudah terpancing isu.
“Arahan kepada pengurus sudah jelas, tetap tenang, tidak perlu terprovokasi, dan fokus bekerja keras merebut hati rakyat. Kita harus turun langsung, mendengarkan aspirasi, dan hadir sebagai solusi bagi masyarakat,” katanya.
Selain memperkuat kerja lapangan, PDI Perjuangan Brebes disebut terus melakukan konsolidasi internal guna memastikan mesin partai tetap berjalan solid.
Upaya mempererat barisan kader dari tingkat PAC hingga Ranting terus dilakukan agar seluruh elemen partai berada dalam satu garis perjuangan.
Ia menambahkan, konsolidasi internal menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan publik.
Target partai, kata dia, bukan sekadar merespons klaim politik, melainkan membangun kembali kepercayaan rakyat secara berkelanjutan menuju agenda politik ke depan.(*)
