Jurnalis Se-Jatim Senjatai Diri dengan AI agar Berita Makin Sat-set dan Akurat

22 Januari 2026 20:47 22 Jan 2026 20:47

Thumbnail Jurnalis Se-Jatim Senjatai Diri dengan AI agar Berita Makin Sat-set dan Akurat

Peserta workshop AI Tools for Journalists yang digelar Suara.com bersama Local Media Community (LMC) dan Google News Initiative di Hotel Kampi, Surabaya. (Foto: Suara.com LMC)

KETIK, SURABAYA – Era jurnalisme “manual” di Jawa Timur resmi berganti. Tidak lagi sekadar mengandalkan intuisi, puluhan jurnalis dari berbagai daerah di Jawa Timur kini mulai “mempersenjatai” diri dengan kecerdasan buatan (AI) untuk membedah data rumit dalam hitungan menit.

Melalui workshop “AI Tools for Journalists” yang digelar Suara.com bersama Local Media Community (LMC) dan Google News Initiative di Hotel Kampi, Surabaya, pada 20–21 Januari 2026, efisiensi kerja di ruang redaksi kini bukan lagi sekadar impian, melainkan kebutuhan mendesak.

Perubahan ekosistem informasi yang bergerak sangat cepat memaksa jurnalis untuk tidak lagi bekerja dengan cara konvensional. PIC Program, Arsito Hidayatullah, menegaskan bahwa penguasaan alat bantu digital menjadi kunci agar media tetap akurat.

“Jurnalis tidak cukup hanya mengandalkan intuisi dan pengalaman, tetapi juga harus menguasai alat bantu digital yang tepat agar tetap akurat dan relevan,” katanya.

Salah satu momen paling menarik dalam workshop ini adalah ketika 25 peserta, yang terdiri dari jurnalis profesional hingga aktivis pers mahasiswa, mempraktikkan penggunaan asisten AI Gemini.

Jika sebelumnya jurnalis membutuhkan waktu berjam-jam untuk membandingkan data Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang tersebar di berbagai dokumen, kini teknologi AI memungkinkan penarikan kesimpulan secara instan.

M. Rizky Pratama Putra, salah satu peserta, mengakui dampak signifikan terhadap produktivitas kerja.

“Kita belajar bagaimana menggunakan AI untuk analisis data yang rumit. Dengan data yang banyak, kita bisa menarik kesimpulan lebih cepat dan ini sangat membantu kerja jurnalistik,” ungkapnya.

Tak hanya Gemini, para jurnalis juga dipersenjatai dengan instrumen verifikasi digital seperti Google Trends, Google Lens, dan Fact Check Explorer untuk memastikan akurasi visual dan fakta. Sementara itu, untuk kebutuhan riset mendalam, peserta diajak mengeksplorasi Pinpoint dan NotebookLM guna mengolah data kompleks dalam liputan investigatif.

Dua jurnalis senior, Chandra Iswinarno (Suara.com) dan Ahmad Baiquni (Beritajatim.com), hadir sebagai pelatih untuk menularkan teknik prompting AI yang efektif. Keahlian ini menjadi kunci agar teknologi AI mampu memberikan output maksimal, mulai dari fase riset hingga pengolahan data mentah menjadi informasi berita.

Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada teori di ruang kelas, melainkan membawa perubahan nyata bagi ekosistem media lokal.

“Kami mendorong peserta untuk menerapkan ilmu ini di redaksi masing-masing dan membagikannya kepada rekan sejawat agar ekosistem media lokal kita semakin kuat,” harap Arsito.

Workshop ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan investasi jangka panjang bagi media di Jawa Timur. Dengan pemanfaatan AI yang etis dan bertanggung jawab, jurnalis lokal diharapkan mampu memproduksi karya jurnalistik berkualitas sekaligus menghadapi tantangan disinformasi di masa depan. (*)

Tombol Google News

Tags:

ai tools Jurnalis AI jurnalis se jawa timur jurnalis se jatim jurnalis jawa timur Jawa timur jatim Google News Initiative Google