KETIK, MALANG – Posisi Jembatan Bailey Sonokembang yang terletak di Jalan Simpang Sulfat Utara Kecamatan Blimbing Kota Malang mulai digeser. Pengerjaan dilakukan selama empat hari mulai Sabtu, 14 Februari hingga Selasa, 17 Februari 2026.
Selama masa pengerjaan tersebut, Jembatan Bailey Sonokembang ditutup total dan tidak dapat dilewati oleh kendaraan. Akses jalan menuju ke jembatan juga sudah ditutup dan terpasang rambu pemberitahuan.
Namun ternyata, masih cukup banyak pengendara motor yang kecele dan tidak mengindahkan rambu. Setelah berada di depan jembatan dan mengetahui adanya penutupan, barulah mereka putar balik dan mencari jalan lain.
Salah seorang pengendara motor yang kecele, Iwan mengira Jembatan Bailey Sonokembang masih dapat dilewati meski dilakukan penggeseran.
Alat berat mini excavator saat didatangkan untuk menggeser posisi Jembatan Bailey Sonokembang, Sabtu, 14 Februari 2026.
"Saya kira masih bisa dilewati oleh sepeda motor, mangkanya tadi saya langsung melintas saja. Ternyata, sudah ditutup total dan mau tidak mau harus memutar agak jauh," jelasnya, Sabtu, 14 Februari 2026.
Hal serupa juga dialami oleh Bob Bimantara yang hendak pulang ke rumahnya di wilayah Kecamatan Pakis Kabupaten Malang. Ia mengaku tidak tahu jika ada penutupan jalan.
"Ini saya mau pulang ke rumah, ternyata jembatannya sudah ditutup total. Memang tadi ada rambu pemberitahuan, cuma saya kira diperuntukkan untuk pengguna mobil," jujurnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, Dandung Djulharjanto mengatakan, pengerjaan pembangunan Jembatan Sonokembang yang baru sudah memasuki tahap penggalian untuk pondasi jembatan.
Sebagai informasi, Jembatan Sonokembang lama mengalami kerusakan dan ambrol usai diterjang banjir pada 10 Oktober 2025 silam. Dikarenakan keterbatasan anggaran, maka solusi sementara dengan memasang jembatan darurat bailey.
"Oleh karenanya, Jembatan Bailey perlu digeser beberapa meter. Ini dilakukan untuk mempermudah mobilitas alat berat agar dapat beroperasi dan bekerja lebih leluasa," jelasnya.
Dandung mengungkapkan, bahwa Jembatan Bailey digeser dengan jarak sekitar 2,5 meter ke arah timur. Untuk waktu pelaksanaan, sengaja dipilih bertepatan saat masa libur panjang Imlek dan awal Ramadan.
"Mulai Sabtu ini sampai beberapa hari ke depan libur panjang, sehingga pergeseran memanfaatkan waktu tersebut dan tidak sampai mengganggu aktivitas sekolah," tandasnya. (*)
