Jalan Lingkar Selatan Bojonegoro Terintegrasi Flyover, Disiapkan untuk Urai Kemacetan Kota

19 Februari 2026 07:56 19 Feb 2026 07:56

Thumbnail Jalan Lingkar Selatan Bojonegoro Terintegrasi Flyover, Disiapkan untuk Urai Kemacetan Kota

Rencana Jalur Lintas Selatan Bojonegoro. (Foto: Diskominfo Bojonegoro)

KETIK, BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mempercepat realisasi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) sebagai solusi konkret mengatasi kemacetan di pusat kota. Proyek ini akan terintegrasi dengan flyover guna mengurai kepadatan kendaraan, khususnya angkutan berat yang selama ini melintasi jalur dalam kota.

Pemkab memaparkan hasil studi kelayakan pembangunan JLS bersama Tim Pusat Kajian Lalu Lintas dan Transportasi (LKFT) Fakultas Teknik UGM, Senin, 18 Februari 2026, di Ruang Angling Dharma. Kajian tersebut menganalisis aspek teknis, sosial, ekonomi, serta dampak lingkungan secara menyeluruh.

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menegaskan bahwa pembangunan JLS harus mengedepankan efektivitas solusi dan efisiensi anggaran.

"Kita dorong konsep yang efisien dan minimalis namun tetap visioner. Salah satunya dengan mempertimbangkan struktur atau layout jalur yang lebih detail serta untuk efisiensi lahan dan struktur," tegasnya.

Pemkab merancang JLS di sisi selatan rel kereta api. Karena akses masuk kota di jalur tersebut masih melewati perlintasan sebidang, pemerintah memutuskan membangun flyover sebagai bagian integral proyek. Jalur ini nantinya akan difokuskan untuk kendaraan bermuatan besar agar tidak lagi membebani jalan perkotaan.

Tim LKFT UGM yang dipimpin Prof. Ali Awaluddin memproyeksikan pembangunan JLS akan mengurangi volume kendaraan di pusat kota secara signifikan. Fokus utama penguraian kemacetan berada di Bundaran Jetak dan simpang Proliman Kapas yang selama ini menjadi titik kepadatan tinggi.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro, Chusaifi Ifan, menjelaskan bahwa studi kelayakan ditargetkan rampung pada 2025. Selanjutnya, Pemkab akan menyusun Detailed Engineering Design (DED) pada 2026.

"Tahun 2026 kita lanjutkan dengan penyusunan Detailed Engineering Design (DED) untuk JLS terintegrasi flyover dan jembatan. Selain itu, dokumen pengadaan tanah, penyusunan AMDAL dan ANDALALIN juga akan dilaksanakan secara paralel," ujarnya.

Pemkab berharap JLS menjadi solusi jangka panjang untuk memperlancar mobilitas dan meningkatkan kualitas tata kelola transportasi di Bojonegoro.

Tombol Google News

Tags:

Dprd Bojonegoro Bupati Bojonegoro UGM Jalan Lingkar Selatan JLS Bojonegoro