Jalan Berlubang di Pasar Wlingi Langsung Ditangani, Respons Cepat Pemerintah Tuai Apresiasi Warga

14 Januari 2026 08:32 14 Jan 2026 08:32

Thumbnail Jalan Berlubang di Pasar Wlingi Langsung Ditangani, Respons Cepat Pemerintah Tuai Apresiasi Warga

Kepala Kelurahan Babadan Wlingi, Anang Mustofa, bersama Camat Wlingi, Besta Alfinsia Rachmawan, dan warga sekitar bahu-membahu menutup lubang jalan menggunakan campuran aspal panas di jalan areal Pasar Wlingi Blitar, Rabu 14 Januari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Air hujan yang menggenang di jalanan areal Pasar Wlingi, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, sempat menyamarkan bahaya. Di balik genangan itu, sebuah lubang jalan mengintai siapa saja yang melintas. Dalam hitungan jam, keluhan warga itu berubah menjadi kerja nyata.

Ketua LSM Laskar, Swantantio Hani Irawan akrab disapa Tiok menjadi salah satu yang merasakan langsung bahayanya. Saat melintas, motornya terperosok ke lubang yang tak terlihat karena tertutup air hujan.

“Lubangnya ketutup air. Nggak kelihatan sama sekali. Saya sampai kejeblos,” tutur Tiok, Rabu 14 Januari 2026.

Pengalaman itu ternyata bukan kejadian tunggal. Cerita serupa kerap terdengar dari para pedagang dan warga sekitar pasar. Jalan berlubang itu sudah lama menjadi keluhan, terutama saat hujan turun dan air menggenang.

Tak ingin menunggu jatuhnya korban lain, Tiok langsung mengadukan kondisi tersebut kepada Kepala Kelurahan Babadan Wlingi, Anang Mustofa.

“Banyak pedagang cerita ke saya kalau di situ sering orang jatuh. Saya langsung lapor ke Pak Lurah,” katanya.

Respons yang datang pun terbilang cepat. Hanya berselang beberapa jam, Tiok mengaku terkejut saat menerima kiriman video dan foto proses perbaikan jalan.

“Saya kaget. Nggak sampai sehari, Pak Lurah sudah kirim video. Ternyata beliau bareng Pak Camat Wlingi dan warga langsung turun memperbaiki,” ujarnya.

Di lokasi, Kepala Kelurahan Babadan Wlingi, Anang Mustofa, bersama Camat Wlingi, Besta Alfinsia Rachmawan, dan warga sekitar bahu-membahu menutup lubang jalan menggunakan campuran aspal panas.

Anang menjelaskan, langkah cepat itu dilakukan karena pertimbangan keselamatan.

“Laporan warga sudah cukup banyak. Kalau ditunda, risikonya makin besar. Saya tidak mau ada korban lagi,” tegasnya.

Ia mengaku langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Blitar serta pihak yang memiliki material hotmix di wilayah Wlingi.

“Alhamdulillah, ada warga yang punya HMP dan mengizinkan dipakai. Jadi kami bisa langsung eksekusi,” jelas Anang.

Bagi warga sekitar Pasar Wlingi, perbaikan ini bukan sekadar menutup lubang jalan. Lebih dari itu, mereka melihat hadirnya pemerintah yang sigap, mendengar, dan bergerak cepat saat dibutuhkan.

“Ini contoh bagus. Keluhan warga langsung ditanggapi, bukan cuma janji,” ujar Tiok.

Di tengah keluhan soal infrastruktur di berbagai daerah, kisah dari Pasar Wlingi ini menjadi potret kecil bahwa kepedulian dan kecepatan bertindak masih bisa ditemukan asal ada kemauan untuk turun tangan, bukan sekadar turun wacana.(*)

Tombol Google News

Tags:

Jalan rusak Berlubang Aksi nyata kelurahan Babadan Pasar wlingi Wlingi Blitar Kabupaten Blitar