Lumbung Pangan Nasional! Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Produsen Padi Terbesar

4 Maret 2026 15:14 4 Mar 2026 15:14

Thumbnail Lumbung Pangan Nasional! Gubernur Khofifah Tegaskan Jatim Produsen Padi Terbesar

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat menyampaikan paparan di sela Rapat Pimpinan Kodam V/Brawijaya Tahun 2026 di Gedung Balai Prajurit Kodam V/Brawijaya di Surabaya, Selasa, 3 Maret 2026. (Foto: Biro Adpim Setdaprov Jatim)

KETIK, SURABAYA – Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai produsen padi terbesar nasional.

Dari data yang dihimpun pemprov setempat, pada tahun 2025, produksi padi Jawa Timur tercatat mencapai 10,57 juta ton dengan produksi beras sebesar 6,10 juta ton.

“Ini menjadikan Jawa Timur sebagai penyumbang beras terbesar di Tanah Air,” ujarnya di Surabaya, Rabu, 4 Maret 2026.

Gubernur Khofifah menyebut salah satu faktor penting yang mampu mengantarkan Jawa Timur sebagai produsen padi terbesar nasional adalah sinergi dan kolaborasi ‘nyekrup’ dengan Forkopimda setempat, salah satunya Kodam V/Brawijaya, beserta masyarakat.

Mantan Menteri Sosial itu juga berharap semua pihak menjaga Jatim tetap menjadi Lumbung Pangan Nasional.

Atas dedikasi luar biasa membawa sebagai produsen padi dan beras tertinggi di tingkat nasional sepanjang tahun 2025, Jatim mendapatkan pengakuan dari Presiden RI Prabowo berupa Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Swasembada Pangan 2025. 

Jawa Timur sukses mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama kedaulatan pangan Indonesia. Produksi padi di wilayah ini mencapai 12.694.148 ton Gabah Kering Panen (GKP) atau setara 10.557.883 ton Gabah Kering Giling (GKG).

Selain Beras dan Padi, Jatim juga harus bersiap mendukung kebijakan nasional dalam mewujudkan Swasembada Jagung sampai Swasembada Gula. 

Sementara itu, dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan, kata Khofifah, pengawalan terhadap Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 1,8 juta hektare harus dilakukan secara bersama-sama.

Menurut otang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut, kehadiran para Dandim di daerah dinilai menjadi elemen penting dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kalau hanya bupati/wali kota mungkin tidak cukup. Kehadiran para Dandim menjadi bagian penting untuk saling mengawal bersama. Ketahanan pangan ini harus kita jaga bersama,” tuturnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Khofifah Indar Parawansa Lumbung pangan jatim Gubernur Jawa Timur Produsen Padi Nasional