KETIK, MALANG – SMAN 1 Turen membuat sebuah inovasi metode pengajaran agar para peserta didik mereka mampu membaca Al-Qur'an dengan baik. Mereka menerapkan sistem setoran agar para siswa terbiasa membaca Alquran setiap hari.
Guru Pendidikan Agama Islam SMAN 1 Turen Malang, Moh. Rizal Prasetya Mulyadi, menyebut bahwa kewajiban hafalan ini bermula dari materi ujian praktik para peserta didiknya. Dalam ujian praktik ini, para peserta didik wajib hafal surah-surah yang ada di juz amma dan mampu praktik salat dengan baik dan benar.
"Agar para siswa ini tidak terlalu berat ketika harus hafalan pada ujian praktik nanti, kami beri keringanan agar mereka bisa mencicil hafalan surah ini mulai semester satu," ucap Rizal.
Menurut Rizal, kebijakan ini ternyata berdampak positif. Selain meringankan tugas hafalan, cicilan ini membuat para siswa menjadi rutin membaca Al-Qur'an.
"Dengan rutin membaca Al-Qur'an, kemampuan mereka jadi meningkat secara signifikan. Sebelumnya, banyak di antara mereka yang bahkan belum lancar dalam membaca Al-Qur'an," tuturnya.
Lebih lanjut, menurut alumnus jurusan Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut, para siswa tak hanya bisa menyetorkan hafalannya pada saat pelajaran agama. Mereka, sambungnya, bisa setoran di luar jam pelajaran agama.
"Saat jam istirahat misalnya, banyak peserta didik yang setoran. Jadi bebas, tidak tergantung jam pelajaran agama. Mereka bebas setoran, tergantung hafalan mereka sendiri," papar Rizal.
Rizal sendiri memastikan akan meneruskan metode hafalan ini. Pasalnya, ia menilai, banyak dampak positif dari metode setoran hafalan yang diterapkan di SMAN 1 Turen ini.
"Alhamdulillah, ada banyak dampak positifnya. Yang terpenting adalah para peserta didik jadi rutin membaca Al-Qur'an," tandasnya. (*)
