KETIK, MALANG – Manajemen Arema FC buka suara ihwal alasan mereka melepas Yann Motta pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Mereka menyebut, keputusan ini merupakan hasil evaluasi yang digelar tim pelatih dan manajemen.
General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi, menyebut bahwa manajemen dan tim pelatih sudah menggelar evaluasi setelah putaran pertama BRI Super League 2025/2026 usai. Dalam evaluasi ini diambil sejumlah keputusan, termasuk melepas Motta.
"Ada banyak kriteria, salah satunya adalah performa," kata Inal, sapaan karib Yusrinal.
"Untuk kriteria teknisnya silakan ditanyakan ke pelatih," sambungnya.
Sebelumnya, manajemen Arema FC secara resmi melepas Yann Motta pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Pemain belakang asal Brasil ini dilepas pada Rabu, 14 Januari 2026.
Sepanjang berseragam Arema FC, Motta tak banyak mendapat kesempatan bermain. Pemain berusia 26 tahun ini hanya sempat lima kali menunjukkan kebolehannya di lapangan.
Tengara bakal dilepasnya Motta sendiri sudah terlihat sejak beberapa waktu lalu. Dalam tiga laga terakhir Arema FC, kontra Persita Tangerang, Bali United, dan Persik Kediri ia tak tampak di skuad Arema.
Sementara itu, Motta sendiri legawa dengan keputusan manajemen dan tim pelatih melepasnya. Ia pun mengucapkan terima kasih dan mendoakan skuad Arema FC selalu sukses.
"Terima kasih untuk segalanya dan saya berharap yang terbaik untuk Arema. Salam satu jiwa!" tulis Motta di story akun Instagram miliknya, @y_mottaoficial04. (*)
