KETIK, JAKARTA – Umat Islam di Indonesia diperkirakan akan mengalami fenomena langka pada 2030. Akan ada dua kali Ramadan dalam satu tahun, tapi hanya bakal ada sekali Idul Fitri.
Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa pada tahun tersebut Ramadan diprediksi terjadi pada Januari dan kembali pada Desember. Sementara itu, Idul Fitri hanya berlangsung satu kali, yakni pada 4 Februari 2030.
Menurut Thomas, fenomena ini terjadi akibat perbedaan jumlah hari antara kalender Hijriah dan Masehi.
"Karena setahun Hijriah sekitar 354 atau 355 hari. Padahal tahun Masehi 365 atau 366 hari," tuturnya.
Selisih tersebut menyebabkan pergeseran waktu bulan-bulan Hijriah sekitar 10–11 hari lebih cepat setiap tahunnya dalam kalender Masehi. Karena itu, ketika Ramadan jatuh di awal Januari, maka kemungkinan besar bulan suci tersebut akan kembali terjadi pada akhir Desember di tahun yang sama. (*)
