Khutbah Idulfitri 1447 H Masjid Al Akbar! Prof Ali Azis: Pascaramadan, Jadilah Muslim Berdampak

21 Maret 2026 21:30 21 Mar 2026 21:30

Thumbnail Khutbah Idulfitri 1447 H Masjid Al Akbar! Prof Ali Azis: Pascaramadan, Jadilah Muslim Berdampak

Khotib Salat Idulfitri Masjid Al Akbar Surabaya, Prof. Dr. H, Moch Ali Aziz. (Foto: Instagram Masjid Al Akbar Surabaya)

KETIK, SURABAYA – Di hadapan sekitar 50 ribu jemaah, Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) Prof Dr HM Ali Azis M.Ag dalam khutbah salat Idulfitri 1447 H menyerukan untuk menjadi muslim berdampak pascaramadan.

"Puasa selama satu bulan telah melatih kita untuk menahan hawa nafsu dan memperbanyak sedekah. Itu berarti, kita dilatih Ramadan menjadi muslim berdampak, yaitu muslim yang memberi kontribusi kepada masyarakat," katanya.

Dalam khutbah setelah Shalat Id yang diimami KH Abdul Hamid Abdulllah M.Si yang juga Imam Besar MAS itu, Khotib Prof Ali Azis menjelaskan ”berdampak” itu dalam sebuah hadits disebut "Anfa'uhum Linnas" atau manusia yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Dalam Al Qur’an (21: 106), Muslim Berdampak itu disebut rahmatan lil ’alamin_ atau problem solver yang merupakan muslim pemberi solusi atau kebahagiaan dalam masalah kemanusiaan, baik sesama muslim maupun non muslim, serta lingkungan. Lawan katanya adalah muslim la’natan lil alamin atau problem maker yaitu muslim yang selalu bikin masalah di tengah masyarakat dan lingkungan," ucapnya.

Ia mengharapkan spirit Ramadan melahirkan muslim berdampak sekelas Al-Khawarizmi, yang lebih dikenal Bapak Aljabar atau Bapak Algoritma. Atau, sekelas Ibnu Sina dalam ilmu kedokteran.

Atau, lamjut dia, dalam sosial keagamaan di Indonesia seperti KH Ahmad Dahlan, tokoh pendiri Muhammadiyah, dan KH Hasyim Asy’ari, tokoh pendiri Nahdhatul Ulama, dua organisasi keagamaan yang melahirkan ratusan ribu lembaga pendidikan, rumah sakit dan pesantren di dalam dan luar negeri.

"Patut juga kita syukuri, di Jawa Timur, telah lahir anak muda asal Madura, Dr. Achmad Syaifuddin yang masuk dalam daftar 2 persen ilmuwan paling berpengaruh di dunia dan masuk peringkat ke-17 di dunia yang dirilis Stanford University bekerja sama dengan Elsevier BV Belanda pada 19 September 2025," tuturnya.

Achmad Syaifuddin adalah Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) yang selama tahun 2021-2025 atau lima tahun berturut-turut mencatat prestasi internasional. Ia menemukan teknologi yang diberi nama UNUSA-Water. Yakni berupa sistem filtrasi bertingkat berbahan alam yang mampu mengubah air kotor menjadi air layak minum dan sanitasi.

"Betapa besar manfaatnya untuk masyarakat Indonesia, mengubah air kotor dan najis menjadi air yang bersih dan suci. Berapa juta orang yang diselamatkan dari kekurangan air," katanya.

Menurut Prof Ali Aziz yang juga Guru Besar UINSA itu, berdampak itu tidak harus menjadi peneliti seperti di atas, namun Ramadan mengajarkan bisa dengan sedekah tenaga, pemikiran, sedekah ilmu dan sebagainya.

"Sedekah paling berharga bagi penguasa atau legislatif adalah kebijakan atau keputusan penting yang menyangkut masa depan jutaan manusia. Melalui mimbar ini, saya menyampaikan apresiasi kepada bapak Presiden RI dan Wakil Presiden, dan semua anggota DPR yang melahirkan keputusan dan undang-undang yang menyejahterakan masyarakat. Itulah sedekah sesuai peran dan posisi kita, yang bermanfaat bagi semuanya," ujarnya.

Sementara itu, pada salat id tersebut hadir Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Wagub Emil Elestianto Dardak, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf beserta istri, Fatma Saifullah Yusuf beserta sejumlah tokoh Jatim lainnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Moh Ali Aziz Al Akbar Ali Aziz Idulfitri Salat Idulfitri