Hujan Tak Surutkan Warga Sedan Sleman Sambut 2026 lewat Pengajian

1 Januari 2026 22:18 1 Jan 2026 22:18

Thumbnail Hujan Tak Surutkan Warga Sedan Sleman Sambut 2026 lewat Pengajian
Warga Dusun Sedan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, menggelar pengajian rutin malam Jumat Wage di Gedung Serbaguna Dusun Sedan, Kamis malam, 1 Januari 2026. Acara yang menghadirkan KH Misbahul Anam sebagai penceramah ini diawali dengan penampilan grup hadroh Al-Hidayah. Meski diguyur hujan, warga tetap antusias mengikuti kegiatan sebagai bentuk syukur mengawali tahun baru 2026 dengan kegiatan spiritual dan silaturahmi. (Foto: Bahar for Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Rinai hujan yang mengguyur wilayah Sleman tak menyurutkan langkah warga Dusun Sedan, Kelurahan Sariharjo, Kapanewon Ngaglik, untuk berkumpul di Gedung Serbaguna dusun setempat, Kamis malam, 1 Januari 2026.

Alih-alih merayakan euforia tahun baru dengan pesta pora, mereka memilih membuka lembaran tahun dengan pengajian rutin malam Jumat Wage.

Suasana hangat segera terasa di dalam gedung saat grup hadroh Al-Hidayah melantunkan selawat dan lagu-lagu Islami sebagai pembuka.

Acara ini menjadi momentum refleksi spiritual bagi warga di tengah pergantian tahun masehi.

Dalam tausiyahnya, ustadz KH Misbahul Anam menekankan pentingnya menjaga niat dalam beribadah.

Ia menyoroti salah satu amalan utama, yakni berjihad di jalan Allah SWT, yang menurutnya bisa diimplementasikan dalam berbagai bentuk di kehidupan sehari-hari.

"Mengikuti pengajian rutin seperti malam Jumat Wage ini bukan sekadar mencari ilmu, tapi juga sarana silaturahmi dan menghibur diri dengan kebaikan," ujar Misbahul di hadapan jamaah.

Ustadz yang berdomisili di Jombor, Mlati ini juga sempat melontarkan keprihatinannya terhadap fenomena pergeseran budaya di kalangan generasi muda. Ia melihat ada kecenderungan pemuda saat ini lebih asyik di depan layar televisi atau gawai dan meniru budaya asing ketimbang meramaikan majelis ilmu.

"Ibadah seperti shalat itu sebenarnya ringan dan tidak membutuhkan biaya besar," tambahnya, mengingatkan warga untuk kembali ke esensi kesederhanaan dalam beragama.

Semangat di Tengah Cuaca Dingin

Meski jumlah jamaah tak sebanyak biasanya akibat cuaca ekstrem, semangat mereka yang hadir tetap terjaga. Tegar (12), seorang siswa kelas 1 SMP Negeri di Pandowoharjo, menjadi salah satu jamaah muda yang tampak antusias.

"Senang bisa datang walau hujan. Bisa dapat ilmu dan ketemu warga lain. Biasanya teman-teman sebaya banyak yang ikut, mungkin malam ini absen karena hujan," tutur Tegar polos.

Senada dengan Tegar, Herry Suryono, warga Sedan lainnya, mengapresiasi keteguhan warga yang tetap meluangkan waktu di malam pergantian tahun.

"Meskipun tidak seramai biasanya karena faktor cuaca, yang terpenting semangat silaturahminya tidak surut," katanya.

Agenda rutin kali ini diselenggarakan oleh warga RT 06 Dusun Sedan sebagai tuan rumah. Bagi warga setempat, pengajian Jumat Wage telah menjadi jangkar sosial yang mempererat kerukunan antar-tetangga, sekaligus menjadi pengingat diri di tengah dinamika zaman yang kian cepat. (*)

Tombol Google News

Tags:

Dusun Sedan Sariharjo Ngaglik Sleman Tahun Baru 2026 Pengajian Jumat Wage KH Misbahul Anam Silaturahmi Hadroh Al-Hidayah tradisi lokal Syiar Islam