Pengajian Ahad Pon MWCNU Sutojayan Blitar Meriah,

Bakti Sosial dan Pengobatan Gratis Bentuk Kepedulian Umat

15 Februari 2026 11:20 15 Feb 2026 11:20

Thumbnail Pengajian Ahad Pon MWCNU Sutojayan Blitar Meriah,

Pengajian rutin Ahad Pon yang digelar di Masjid NU Sutojayan, Minggu 15 Februari 2026. (Foto: Favan/Ketik.com)

KETIK, BLITAR – Dinamika organisasi di tubuh Nahdlatul Ulama tingkat kecamatan tak menyurutkan semangat jamaah di Sutojayan. Pengajian rutin Ahad Pon yang digelar di Masjid NU Sutojayan, Minggu 15 Februari 2026, tetap berlangsung khidmat dan dipadati sedikitnya seribu jamaah.

Kegiatan ini tidak hanya diisi tausiyah, tetapi juga dirangkai dengan bhakti sosial dan layanan kesehatan gratis. Sejak pagi, jamaah memadati halaman masjid untuk mengikuti rangkaian acara, mulai dari donor darah, pemeriksaan kesehatan, hingga pembagian sayuran gratis dan doorprize.

Tim medis dari RSUD Ngudi Waluyo Wlingi turut diterjunkan untuk melayani pemeriksaan serta pengobatan gratis. Ratusan warga memanfaatkan kesempatan tersebut.

Rektor Universitas Islam Malang (UNISMA), KH Prof Dr KH Maskuri, MSi, yang hadir sebagai penceramah utama, menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan memperkuat niat dalam beribadah.

“Yang paling utama adalah memperkuat iman dan kebersamaan. Perbedaan pandangan itu biasa, tetapi ukhuwah dan pembinaan umat harus tetap berjalan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga mengingatkan agar jamaah meluruskan niat saat menghadiri majelis ilmu.

“Datang ke pengajian niatnya karena Allah. Kalau ada pembagian sayur atau doorprize itu bonus, jangan jadi tujuan utama,” pesannya.

Ketua MWCNU Sutojayan, H Sudja’i, menyampaikan bahwa kegiatan Ahad Pon merupakan agenda rutin yang selama ini menjadi ruang silaturahmi dan pembinaan jamaah.

“Program ibadah dan sosial ini sudah berjalan lama. Apa pun dinamika yang ada, pelayanan kepada umat tetap menjadi prioritas kami,” katanya.

Ia menegaskan, jamaah di tingkat ranting hingga badan otonom tetap solid dan kompak dalam menjalankan kegiatan keagamaan maupun sosial.

Senada, pengurus MWC Ahmad Dardiri berharap komunikasi internal organisasi dapat diselesaikan secara musyawarah.

“Kami berharap semua pihak bisa duduk bersama demi kebaikan organisasi dan umat ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Sutojayan Arinal Huda yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas konsistensi kegiatan keagamaan di wilayahnya.

“Kami mendukung kegiatan yang membawa manfaat bagi masyarakat. Apalagi ini juga ada layanan kesehatan gratis dan donor darah, tentu sangat membantu warga,” katanya.

Pengajian Ahad Pon di Sutojayan kali ini bukan sekadar forum keagamaan, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan dan penguatan solidaritas sosial. Di tengah berbagai dinamika, jamaah memilih tetap fokus pada ibadah, pelayanan, dan persaudaraan. (*) 

Tombol Google News

Tags:

Pengajian Ahad pon Pengobatan MWCNU ribuan jemaah Sutojayan nu Blitar Kabupaten Blitar