KETIK, PACITAN – Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) yang diperingati setiap tanggal 9 Februari, Rumah Jurnalis Pacitan menggelar Diskusi Publik bertajuk Integrasi Madin-Pendidikan SMP dengan tema "Dari Pacitan untuk Indonesia" di Gedung Karya Dharma, Kamis pagi, 29 Januari 2026.
Diskusi publik tersebut menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor, mulai dari unsur pemerintah daerah, tokoh pendidikan keagamaan, hingga akademisi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, S.STP turut hadir membahas kebijakan pendidikan daerah dan peluang integrasi Madrasah Diniyah (Madin) dengan pendidikan formal tingkat SMP.
Selain itu, Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Pacitan, Ulumudin, M.Si dan akademisi Kabupaten Pacitan, Dr. Ali Mufron, M.Pd.I juga memberikan pandangan akademik serta perspektif keagamaan terkait penguatan pendidikan akhlak dan moral peserta didik.
Para narasumber menyampaikan pandangan dalam Diskusi Publik Integrasi Madin-Pendidikan SMP bertema “Dari Pacitan untuk Indonesia” yang digelar Rumah Jurnalis Pacitan dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional, Kamis, 29 Januari 2026, di Karya Dharma Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)
Ketua Rumah Jurnalis Pacitan, Rojihan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa diskusi ini digelar di tengah ramainya berbagai isu lain yang berkembang di masyarakat.
Namun, isu pendidikan akhlak dan moral justru dinilai sangat penting untuk dibahas secara serius dan mendalam.
“Penguatan akhlak dan moral dalam dunia pendidikan, khususnya di Kabupaten Pacitan, perlu mendapat ruang diskusi yang lebih luas. Integrasi Madin dengan pendidikan SMP menjadi salah satu ikhtiar bersama untuk menjawab tantangan tersebut,” kata Rojihan.
Berdasarkan informasi dari Ketua FKDT Jawa Timur, KH. Luqman Harist Dimyati, Rojihan menyampaikan bahwa program integrasi Madin dan SMP yang digagas di Pacitan ini merupakan inisiatif baru yang belum banyak diterapkan di daerah lain.
“Program ini baru diinisiasi oleh Kabupaten Pacitan. Harapannya, langkah ini bisa menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis keagamaan,” ujarnya.
Diskusi publik ini dipandu oleh Purwo Sasongko sebagai host dan turut dihadiri kalangan jurnalis, praktisi pendidikan, serta pemerhati dunia pendidikan, organisasi kepemudaan dan tokoh-tokoh keagamaan di Pacitan.
Suasana Diskusi Publik bertajuk Integrasi Madin-Pendidikan SMP dengan tema “Dari Pacitan untuk Indonesia” yang digelar Rumah Jurnalis Pacitan dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional, Kamis, 29 Januari 2026, di Karya Dharma Pacitan. (Foto: Al Ahmadi/Ketik.com)
Melalui forum ini, Rumah Jurnalis Pacitan berharap gagasan integrasi Madin dan pendidikan SMP dapat dirumuskan secara matang dan memberi kontribusi nyata bagi penguatan pendidikan karakter, tidak hanya di Pacitan, tetapi juga untuk Indonesia.
"Ini merupakan diskusi publik yang kami gelar pertama. Nanti akan ada diskusi-diskusi publik selanjutnya dengan isu yang bermacam-macam," ungkapnya.(*)
