KETIK, PALEMBANG – Seorang pria ditemukan meninggal dunia di area perkebunan kelapa sawit di Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Pihak keluarga menduga korban meninggal akibat penganiayaan sebelum ditemukan tak bernyawa.
Saudara kandung korban, Ginanjar, bersama kuasa hukum dari Lembaga Bantuan Hukum Bima Sakti mendatangi Polda Sumatera Selatan pada Jumat 13 Februari 2026 untuk melaporkan kejadian tersebut secara resmi.
Ginanjar menjelaskan, korban sebelumnya diketahui mengalami depresi akibat cedera kepala yang pernah dialami setelah kecelakaan.
“Adik saya sudah beberapa hari tidak pulang sejak Senin siang. Kami terus mencari sampai akhirnya mendapat kabar dari pihak perusahaan bahwa ia ditemukan di kebun sawit,” ujarnya.
Ia menambahkan, beberapa menit setelah pemberitahuan pertama, keluarga kembali menerima telepon yang menyatakan korban telah meninggal dunia.
“Selang beberapa menit setelah kabar ditemukan, kami ditelepon lagi dan diberitahu bahwa adik saya sudah meninggal,” katanya.
Keluarga yang merasa curiga kemudian menuju lokasi dan mengetahui jenazah korban telah ditempatkan di sebuah masjid setempat. Setelah dibawa pulang dan dimandikan di rumah duka, keluarga menemukan sejumlah luka pada tubuh korban, antara lain luka tusuk pada kaki kanan dan lutut, memar di bagian belakang kepala, serta patah pada tangan kiri.
“Kami melihat ada banyak luka di tubuhnya. Kami yakin sebelum meninggal adik saya mengalami penganiayaan, karena itu kami melapor agar kasus ini diusut tuntas,” tegas Ginanjar.
Kuasa hukum keluarga, Novel Suwa dan Conie Pania Putri, menyampaikan laporan tersebut telah diterima dengan nomor LP/B/234/II/2026/SPKT/Polda Sumsel.
“Kami meminta kepolisian melakukan penyelidikan menyeluruh karena keluarga menduga kuat kematian korban berkaitan dengan tindak penganiayaan berat,” ujar Novel. (*)
