KETIK, JAKARTA – Pengamat politik, Saiful Mujani membuat pernyataan kontroversial dalam forum Halalbihalal yang berlangsung di Utan Kayu, Jakarta Timur pada akhir Maret lalu.
Acara bertajuk "Sebelum Pengamat Ditertibkan" tersebut dihadiri sejumlah akademisi dan pegiat demokrasi seperti Feri Amsari, Islah Bahrawi hingga Ray Rangkuti.
Dalam pernyataannya, Saiful Mujani menyerukan perlawanan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, langkah itu menjadi jalan yang paling realistis.
"Bisa nggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Hanya itu, kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan," kata Saiful Mujani seperti dilansir Suara.com, jaringan Ketik.com, Senin, 6 April 2026.
Pernyataan Saiful Mujani mendapat respons dari berbagai pihak. Salah satunya dari pendiri lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi.
Hasan Nasbi mengaku kecewa dengan pernyataan pendiri Saiful Mujani Risearch and Consulting (SMRC) tersebut.
Mantan Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan tersebut menilai pernyataan Sailful Mujani yang mengajak menggulingkan Presiden Prabowo terlalu berlebihan.
"Apalagi yang menyampaikan ingin menjatuhkan presiden itu seorang profesor ilmu politik, seorang konsultan politik, seorang polster," jelas Hasan Nasbi melalui akun Instagram pribadinya.
Selain Hasan Nasbi, Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah menanggapi pernyataan Saiful Mujani. Ia meminta agar pembicaraan tetap dalam konsep demokrasi konstitusional.
"Jadi kita menyarankan agar kita bicara dalam konsep demokrasi konstitusional. Jangan kasih izin dan ruang kepada tindakan inkonstitusional, sebab itu nanti berbahaya," kata Fahri.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman tersebut mengatakan bahwa Presiiden bukan satu-satunya yang bisa dimintai pertanggungjawaban. Tapi, ada cabang kekuasan lain yang juga bisa ditagih.
"Setengah mati loh kita membangun demokrasi kita. Kalau kita mengizinkan kekacauan kembali, kan nanti repot," lanjut Fahri.
"Ya tolong introspeksi jugalah ya, dunia lagi tidak mengizinkan kita macam-macamlah ya. Dunia lagi memerlukan kita untuk kompak bersatu," tandas mantan anggota DPR RI tersebut.(*)
