Harga Cabai dan Protein Hewani Menanjak, Beras Masih Bertahan Stabil

24 Februari 2026 21:18 24 Feb 2026 21:18

Thumbnail Harga Cabai dan Protein Hewani Menanjak, Beras Masih Bertahan Stabil

Ilustrasi harga Pangan (Grafis: Mursal/Ketik.com)

KETIK, MALUKU UTARA – Harga sejumlah komoditas pangan strategis kembali bergerak naik pada Selasa, 24 Februari 2026. Kenaikan paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras. Sementara itu, harga beras terpantau relatif stabil di tengah tekanan inflasi pangan yang masih terasa di tingkat konsumen.

Berdasarkan Panel Harga milik Badan Pangan Nasional pada pukul 08.46 WIB, harga rata-rata beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) produksi Perum Bulog tercatat sebesar Rp12.365 per kilogram. Angka ini masih berada di bawah batas harga eceran tertinggi (HET) nasional yang berkisar Rp12.500 hingga Rp13.500 per kilogram.

Adapun beras medium non-SPHP diperdagangkan pada level Rp13.794 per kilogram, sedangkan beras medium berada di kisaran Rp13.216 per kilogram. Untuk beras khusus lokal, harga rata-ratanya mencapai Rp16.074 per kilogram. Sementara itu, beras premium dijual sekitar Rp15.391 per kilogram di tingkat konsumen.

Di tengah stabilitas harga beras, komoditas hortikultura justru menunjukkan tekanan. Harga cabai rawit merah bertahan di level tinggi, yakni Rp72.566 per kilogram. Angka ini jauh melampaui harga acuan penjualan (HAP) nasional yang berada di rentang Rp40.000–Rp57.000 per kilogram.

Cabai merah keriting tercatat Rp44.710 per kilogram, masih dalam batas HAP nasional. Sementara cabai merah besar dijual rata-rata Rp39.081 per kilogram. Harga bawang merah berada di level Rp39.724 per kilogram, relatif stabil dalam rentang acuan Rp36.500–Rp41.500 per kilogram. Adapun bawang putih bonggol dipatok Rp37.960 per kilogram, mendekati batas atas HAP nasional.

Tekanan harga juga terjadi pada komoditas protein hewani. Harga telur ayam ras meningkat tipis 2,99 persen dari HAP nasional Rp30.000 per kilogram menjadi Rp30.896 per kilogram. Daging ayam ras mengalami kenaikan 0,67 persen menjadi Rp40.266 per kilogram.

Sebaliknya, harga daging sapi murni justru mengalami koreksi. Rata-rata nasional tercatat Rp138.783 per kilogram, turun 0,87 persen dari HAP sebesar Rp140.000 per kilogram. Untuk daging kerbau, harga produk segar lokal berada di level Rp141.667 per kilogram, sedangkan daging kerbau beku impor dijual Rp108.409 per kilogram.

Pada sektor perikanan, harga ikan kembung mencapai Rp46.312 per kilogram, ikan tongkol Rp37.823 per kilogram, dan ikan bandeng Rp36.073 per kilogram. Harga-harga ini relatif stabil dibandingkan pekan sebelumnya.

Di sektor minyak goreng, harga minyak kemasan berada di level Rp20.801 per liter dan minyak goreng curah Rp17.538 per liter. Sementara itu, harga Minyakita tercatat Rp16.858 per liter, masih di atas HET yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.

Komoditas kebutuhan pokok lainnya juga bergerak variatif. Harga gula konsumsi tercatat Rp18.130 per kilogram, garam konsumsi Rp11.263 per kilogram, serta tepung terigu kemasan Rp12.562 per kilogram. Tepung terigu curah dijual lebih rendah, yakni Rp9.310 per kilogram.

Di sektor hulu, harga jagung pakan peternak mengalami lonjakan signifikan. Rata-rata nasional naik 12,28 persen dari HAP Rp5.800 per kilogram menjadi Rp6.512 per kilogram. Kenaikan ini berpotensi menambah tekanan biaya produksi peternakan. Sebaliknya, harga kedelai biji kering impor justru turun menjadi Rp10.755 per kilogram, lebih rendah dari HAP Rp12.000 per kilogram.

Kondisi ini menunjukkan bahwa stabilitas harga pangan masih menghadapi tantangan, terutama pada komoditas hortikultura dan protein hewani. Di tengah upaya pemerintah menjaga pasokan, fluktuasi harga tetap menjadi faktor penentu daya beli masyarakat, terutama menjelang periode konsumsi tinggi.

Tombol Google News

Tags:

Harga Pangan Indonesia cabai telur Beras tetap Stabil Harga Het Nasional