KETIK, BANGKALAN – Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan dalam menata kawasan pusat kota mulai menunjukkan langkah nyata. Melalui program penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Tonjung yang juga menjadi pintu gerbang Kota Bangkalan.
Pemkab resmi menyerahkan bantuan tenda seragam kepada para PKL sebagai bagian dari proyek percontohan penataan berbasis lingkungan dan pemberdayaan.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, disaksikan perwakilan Bank Jatim, BPR Bangkalan, dan PT Sumberdaya Bangkalan sebagai bagian dari kolaborasi dalam program CSR.
Lukman Hakim mengatakan Tonjung dipilih sebagai proyek percontohan karena kawasan tersebut merupakan “wajah” Bangkalan. Penataan dinilai penting untuk menjaga kebersihan, kerapian, serta estetika kota.
“Konsepnya bukan mengurangi pedagang, tetapi menata agar lebih solutif. Selain penertiban, kami juga melakukan pemberdayaan,” ujarnya, Senin 30 Maret 2026.
Salah satu bentuk pemberdayaan tersebut adalah program pinjaman modal berbunga 0 persen, di mana bunga ditanggung pemerintah daerah.
“Pedagang bisa mengajukan pinjaman tanpa bunga. Kita subsidi bunganya supaya mereka bisa berkembang, tapi lingkungan tetap tertib dan bersih,” tambahnya.
Sementara Ketua Paguyuban Payung Sejahtera, Haji Joni Lianto, menyampaikan bahwa bantuan tenda sangat membantu pedagang, terutama dari sisi efisiensi biaya.
“Kalau beli sendiri biayanya besar. Dengan bantuan ini, kami merasa lebih ringan sekaligus bangga karena ada nilai estetika yang ditonjolkan untuk Kabupaten Bangkalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari 32 PKL yang berada di sepanjang aliran Sungai Tonjung, sebanyak 22 pedagang telah tercakup dalam tahap pertama bantuan.
Program ini disebut sebagai pilot project penataan PKL yang ke depan akan menjadi model bagi lokasi lain, termasuk Alun-Alun Bangkalan yang rencananya akan direvitalisasi.
“Harapannya, semua PKL nanti bisa mengikuti konsep ini. Tonjung hanya tahap awal,” jelasnya.
Tenda yang diberikan merupakan tipe tidak permanen, sesuai konsep bongkar-pasang yang diterapkan pemerintah daerah guna menjaga tata ruang dan kebersihan lingkungan.
Para pedagang yang sebelumnya sudah beberapa bulan berjualan dengan sistem bongkar-pasang sejak pembongkaran pada September lalu, menyambut antusias langkah ini.
“InsyaAllah dalam satu hingga dua hari ke depan kami sudah mulai memasang tenda. Kami siap mematuhi aturan yang sudah diterapkan Pemerintah Kabupaten Bangkalan,” ungkapnya.
Saat ditanya apakah bantuan ini memperumit atau mempermudah pedagang, Haji Joni menegaskan bahwa program tersebut membawa dampak positif.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu kami. Selain tenda, nanti juga ada program modal 0% yang membuat pedagang bisa semakin berkembang,” tegasnya. (*)
