KETIK, SURABAYA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan 1447 Hijriah.
Salah satu upayanya yakni menghadirkan Pasar Murah Gebyar Ramadan 2026 di halaman kantor Disperindag di Jalan Siwalankerto Utara Surabaya.
Kegiatan berlangsung pada 18 Februari 2026 hingga 13 Maret 2026 ini bukan sekadar bazar biasa. Disperindag Jatim turun langsung mengawal distribusi dan harga komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur hingga daging ayam agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Kepala Disperindag Jatim Dr. Iwan memastikan bahwa pasar murah ini merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah guna melindungi daya beli warga melalui jaminan pasokan aman dan harga stabil.
Selain fokus pada harga, Disperindag Jatim juga memanfaatkan momen ini untuk memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal. Sebanyak 17 UMKM makanan dan minuman khas Jatim mendapat kesempatan berpromosi dan berjualan secara bergiliran setiap pekan selama kegiatan berlangsung.
Pemantauan pasokan dan harga dilakukan secara real-time melalui sistem SISKAPERBAPO yang dikelola Disperindag Jatim. Tim lapangan siap bergerak cepat jika ditemukan indikasi kelangkaan atau kenaikan harga mencolok di lapangan, sehingga antisipasi bisa dilakukan sebelum berdampak luas.
Dr. Iwan juga menekankan bahwa Pasar Murah Gebyar Ramadan 2026 dirancang agar mudah diakses warga. Lokasi strategis di pusat kota Surabaya, jam operasional yang fleksibel serta penataan area yang rapi menjadi prioritas agar pengalaman belanja masyarakat tetap nyaman dan efisien.
Bagi warga yang tinggal di luar Surabaya, Disperindag Jatim berkoordinasi dengan dinas kabupaten/kota untuk memastikan program serupa juga menyentuh daerah lain. Hal ini bertujuan untuk pemerataan akses terhadap kebutuhan pokok berkualitas dengan harga yang wajar selama Ramadan 2026.
Tak hanya soal transaksi, Disperindag Jatim juga menyisipkan edukasi literasi konsumen dalam kegiatan ini. Warga diajak lebih cermat memilih produk, memahami hak sebagai konsumen, serta mengenali produk lokal berkualitas yang diproduksi oleh UMKM Jatim.
Keberhasilan Pasar Murah Gebyar Ramadan 2026 tak lepas dari kolaborasi solid antara Disperindag Jatim, Bulog, distributor, hingga pelaku usaha yang diapresiasi langsung oleh Dr. Iwan.
Bagi warga Jatim yang belum sempat berkunjung, masih ada waktu untuk memanfaatkan program ini sebelum berakhir sekaligus mendukung produk lokal sebagai bagian dari gaya hidup dan belanja cerdas. (*)
