KETIK, BATU – Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 14 Kota Batu terus mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler sebagai sarana pembinaan minat, bakat, dan karakter peserta didik. Saat ini, sekolah tersebut telah memiliki sejumlah kegiatan olahraga dan akademik yang masih difokuskan pada tahap pembinaan dasar.
Kepala SRMP 14 Kota Batu, Yuliana, menjelaskan bahwa untuk bidang olahraga, sekolah menyelenggarakan empat kegiatan ekstrakurikuler, yakni catur, futsal, bola voli, dan bulu tangkis.
“Untuk olahraga, saat ini ada empat ekstrakurikuler, yaitu catur, futsal, voli, dan bulu tangkis,” ujarnya, Sabtu, 24 Januari 2026.
Dari keempat cabang olahraga tersebut, futsal dan bola voli menjadi kegiatan yang paling diminati siswa. Menurut Yuliana, kedua cabang tersebut juga sudah beberapa kali mengikuti ajang perlombaan, meski belum berhasil meraih prestasi juara.
“Yang paling diminati anak-anak itu futsal dan voli. Keduanya sudah sering mengikuti lomba, meskipun memang belum berkesempatan meraih juara,” katanya.
Selain olahraga, SRMP 14 Kota Batu juga memiliki pembinaan di bidang olimpiade akademik. Namun, kegiatan tersebut masih berada pada tahap pengenalan dan penguatan dasar, mengingat usia sekolah yang relatif baru berjalan sekitar enam bulan.
“Kalau olimpiade, karena ini berkaitan dengan mata pelajaran, saat ini masih dalam tahap pembinaan. Anak-anak masih butuh penguatan dasar, apalagi sekolah ini juga masih tergolong baru,” jelas Yuliana.
Ia menambahkan, untuk mengikuti ajang resmi seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, masih terdapat ketidakjelasan regulasi terkait keikutsertaan sekolah rakyat.
“Sampai sekarang belum ada kejelasan apakah sekolah rakyat diperbolehkan mengikuti lomba-lomba dari Kemendikdasmen. Karena itu, kami meminta para pembina untuk mencari ajang lomba lain, termasuk lomba daring, sebagai sarana latihan mental dan kesiapan siswa,” ungkapnya.
Adapun bidang olimpiade akademik yang saat ini dibina meliputi Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Meski demikian, target utama sekolah saat ini masih difokuskan pada penguatan ekstrakurikuler olahraga.
Ke depan, SRMP 14 Kota Batu juga berencana mengembangkan ekstrakurikuler seni. Yuliana menyebutkan beberapa bidang seni yang ingin digagas, di antaranya paduan suara, tari, dan membatik.
“Kami berharap ke depan bisa segera membuka ekstrakurikuler seni, seperti paduan suara, tari, dan membatik. Membatik ini khas dan bisa menjadi karya yang nantinya dapat dipamerkan,” ujarnya.
Menurut Yuliana, minat siswa terhadap kegiatan membatik terlihat saat sekolah mengajak mereka mengikuti kunjungan kegiatan kokurikuler kewirausahaan ke sanggar batik. Antusiasme siswa tampak saat mereka diajak mempraktikkan langsung teknik membatik, seperti batik ciprat dan celup.
“Anak-anak sangat antusias ketika diajak praktik membatik. Dari situ kami melihat ada potensi yang bisa dikembangkan dan nantinya akan kami gagas, sejalan dengan penguatan PPK,” tambahnya.
Namun demikian, penambahan jumlah ekstrakurikuler tidak dapat dilakukan secara langsung oleh sekolah. Setiap rencana kegiatan harus melalui mekanisme pengajuan dan persetujuan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) wilayah.
“Untuk menambah ekstrakurikuler, tentu ada prosedurnya. Semua kegiatan harus direncanakan dan dikoordinasikan terlebih dahulu kepada PPK. Nanti PPK yang menyeleksi dan memutuskan apakah kegiatan tersebut disetujui atau tidak,” pungkas Yuliana. (*)
