Fawaid A-l-Khudzaifi, Santri Muda Asal Sidoarjo yang Ukir Prestasi Nasional Ajang Musabaqah Fahmil Qur’an

6 Maret 2026 21:06 6 Mar 2026 21:06

Thumbnail Fawaid A-l-Khudzaifi, Santri Muda Asal Sidoarjo yang Ukir Prestasi Nasional Ajang Musabaqah Fahmil Qur’an

Fawaid Al-Khudzaifi tengah membawa sejumlah penghargaan juara 1 setelah usai mengikuti lomba MFQ pada Festival Qur’ani UINSA 2025. (Foto: Dok. Pribadi)

KETIK, SURABAYA – Prestasi membanggakan diraih oleh generasi muda asal Sidoarjo, M. Fawaid Al-Khudzaifi 19 tahun. Dia merupakan seorang santri Pondok Pesantren Madrasatul Quran (MQ) Tebuireng Jombang yang kini telah menempuh pendidikannya di Ma’had Aly Yusuf Masyhar MQ Tebuireng.

Ia sukses mengukir berbagai capaian di bidang Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Menurutnya, salah satu tips untuk meraih sebuah prestasi adalah dengan penguasaan materi, dibarengi usaha, doa serta kekompakan tim yang selalu solid.

“Tentu saja, terlahir dari penguasaan materi soal, usaha dan doa yang kuat, terlebih lagi dalam lomba MFQ, sebuah kerja sama tim yang hebat serta kokohnya chemistry antar rekan tim menjadi sebuah fondasi utama dalam meraih kunci kesuksesan MFQ,” terangnya.

Semangatnya dalam mendalami ilmu Al-Quran terus berkembang ketika ia melanjutkan pendidikannya di Madrasah Tsanawiyah (MTS) dan Madrasah Aliyah (MA) Madrasatul Qur’an tahun 2018 hingga 2024.

Lingkungan pesantren yang mengutamakan keilmuan terhadap Al-Quran dan memiliki motto menjadikan santri Hamilil Quran lafdan, wa ma’nan, wa amalan (Penghafal Al-Quran yang memahami lafadznya, maknanya serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya).

Fawaid mulai aktif dalam mengikuti ajang Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) 2023, ia berhasil meraih juara 3 MFQ tingkat Provinsi Jawa Timur dan pada tahun yang sama dia berhasil memperoleh juara 3 tingkat nasional dalam festival Qur’ani diselenggarakan di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya.

Pada tahun 2025, ia kembali menjadi salah satu peserta lomba Musabaqah Fahmil Qur’an Nasional (MFQN), namun hal ini, diawali dengan rasa tidak percaya diri karena kesibukkanya dalam kuliah dan kewajiban  mengabdi di pondok terus membuatnya sempat ragu untuk kembali terjun ke ajang nasional.

“Awalnya saya ingin berhenti dan digantikan oleh santri lain karena, banyak tanggung jawab yang harus di pegang,” ujar Fawaid.

Foto Tampak Fawaidz Al-Khudzaifi bersama kedua rekanya Nabhan (kanan) dan Rahmad (kiri) tengah membawa sejumlah penghargaan setelah meraih juara 1 lomba MFQ tingkat nasional dalam Festival Qur’ani UINSA 2025. (Foto: Dok. Pribadi)Tampak Fawaidz Al-Khudzaifi bersama kedua rekanya Nabhan (kanan) dan Rahmad (kiri) tengah membawa sejumlah penghargaan setelah meraih juara 1 lomba MFQ tingkat nasional dalam Festival Qur’ani UINSA 2025. (Foto: Dok. Pribadi)

Namun, Fawaid beserta kedua rekannya Nabhan Hawari (18) Mojokerto dan Rahmad (17) Jombang, yang masih duduk dibangku aliyah, terus mendapatkan dukungan dan dorongan semangat dari teman-teman membuat diri ini semakin yakin untuk terus lanjut untuk memperjuangkan nama baik almamater.

Materi yang perlu dipersiapkan mulai dari kisi-kisi Musabaqah Fahmil Qur’an Nasional (MFQN) tahun 2020, 2022, 2024 dan Fawaid sendiri memegang sejumlah materi penting seperti, Ulumul Qur’an, Fiqih, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Aqidah Akhlaq, Bahasa Inggris, Asbabun Nuzul, Tajwid, Nadhom Tilawah, hingga Fathurrahman.

Persiapan untuk mengikuti ajang perlombaan tersebut tidak hanya berfokus pada penguasaan materi tetapi kekompakan tim menjadi salah satu cara untuk keberhasilan, menurutnya kunci utama dalam suatu perlombaan bukan hanya kecerdasan individu melainkan chemistry yang kuat antar anggota tim, bersama kedua rekannya.

Pada hari perlombaan, mereka harus berhadapan dengan tim-tim yang cukup kuat dari berbagai perguruan tinggi ternama seperti, Universitas Brawijaya Malang (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UINMALANG) dan Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UINSATU).

Bersama kedua rekannya, Nabhan Hawari (18) dan Rahmad (17), membuatnya sempat tidak percaya diri karena, harus berlawanan dengan tim-tim yang membawa nama besar Universitas tersebut.

Namun, dengan tekad, doa, serta dukungan teman-teman, Alhamdulillah tim mereka dinyatakan lolos dari babak penyisihan melaju ke semifinal dan begitu pula, Fawaid beserta anggota lainnya berhasil melangkah ke babak final, “suatu pencapaian yang sudah sangat bagus bagi kami lolos ke babak final,”jelas pria 19 tahun tersebut.

Di babak penentuan tersebut, persaingan berlangsung sangat ketat, dengan segala latihan, doa, serta usaha mereka, Alhamdulilah semua itu tidak berbuah dengan sia sia, Fawaid bersama kedua rekannya mendapatkan skor nilai paling tinggi dan menyandang sebagai juara 1 MFQ Nasional Festival Qur’ani UINSA 2025.

Ia menjelaskan bahwa, keterlibattannya dalam lomba Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ) didorong oleh motivasi pribadi serta dukungan dari berbagai pihak yang selalu mendukungnya.

“Yang memotivasi saya untuk mengikuti lomba MFQ sebenarnya, dari diri saya sendiri, karena saya merasa punya kesenangan dan gairah dalam perlombaan MFQ dan tentu tidak terlepas dari doa dan dukungan teman teman, orang tua, serta guru guru kami,” ujarnya. (*)

Tombol Google News

Tags:

Fawaidh Al Khudzaifi Santri MQ tebuireng raih juara MFQ nasional Generasi muda asal sidoarjo juara Mahasiswa Mahad aly yusuf masyhar tebuireng jombang Juara 1 MFQ di Uinsa Surabaya