Mengenal Hengki Fernando, Mahasiswa UINSA yang Aktif Berprestasi dan Menggerakkan Diskusi Intelektual

5 Maret 2026 21:24 5 Mar 2026 21:24

Thumbnail Mengenal Hengki Fernando, Mahasiswa UINSA yang Aktif Berprestasi dan Menggerakkan Diskusi Intelektual

Hengki Fernando, mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya yang aktif dalam prestasi akademik, organisasi, dan forum diskusi mahasiswa. (Foto: Dok. Pribadi)

KETIK, SURABAYA – Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan dan organisasi mahasiswa, Hengki Fernando hadir sebagai salah satu sosok inspiratif di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

Mahasiswa Program Studi Pemikiran Politik Islam, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat ini dikenal mampu menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan kiprah organisasi.

Ia dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan intelektual sekaligus mempertahankan capaian akademik yang stabil.

Hengki lahir dan besar di Wringin, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Ia mengawali pendidikan formal di SDN Wringin 01 sebelum melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Nurul Jadid.

Di pesantren tersebut ia menempuh pendidikan SMP dan SMA sekaligus memperdalam tradisi keilmuan yang menekankan budaya membaca, berdiskusi, dan kedisiplinan.

Lingkungan pesantren menjadi salah satu faktor penting yang membentuk karakter Hengki. Ia tumbuh sebagai pribadi yang tekun, religius, serta terbiasa berpikir reflektif.

Nilai-nilai tersebut kemudian ia bawa ketika melanjutkan studi di perguruan tinggi.

Sejak awal kuliah, keseriusannya dalam belajar sudah terlihat. Pada semester satu hingga tiga, Hengki berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif sempurna 4,00.

Capaian tersebut menjadi bukti komitmennya dalam menjaga kualitas akademik di tengah berbagai aktivitas kampus.

Memasuki semester enam, performa akademiknya tetap stabil dengan IPK 3,81. Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas organisasi yang ia jalani tidak mengurangi fokusnya terhadap studi.

Di lingkungan kampus, Hengki dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dalam organisasi. Ia terlibat dalam Lembaga Pers Mahasiswa dan dipercaya mengemban sejumlah tanggung jawab strategis.

Perannya semakin menonjol ketika ia dipercaya menjadi Gubernur Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Filsafat.

Melalui kepemimpinannya, berbagai program diskusi dan kegiatan intelektual mahasiswa terus digiatkan.

Ia juga mendorong penguatan advokasi mahasiswa serta menghadirkan ruang dialog yang terbuka bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan.

Kemampuan komunikasi menjadi salah satu keunggulan Hengki. Ia kerap tampil sebagai moderator, penyaji, maupun pembicara dalam berbagai forum ilmiah dan diskusi publik.

Cara penyampaiannya yang runtut dan argumentatif membuatnya mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Pengalaman akademiknya juga meluas hingga ke forum internasional. Hengki pernah menjadi presentator dalam forum akademik saat delegasi universitas dari Malaysia melakukan kunjungan ke Indonesia.

Kesempatan tersebut kemudian membawanya mengikuti program student mobility di Universiti Islam Zainal Abidin (UniSZA), Malaysia.

Prestasi Hengki sebenarnya telah terlihat sejak masa sekolah. Ia pernah meraih Juara 1 Cipta Baca Puisi tingkat nasional, Juara 2 nasional pada kompetisi yang digelar di UIN Maliki Malang, serta meraih medali perak dalam Pekan Olahraga dan Seni Pondok Pesantren Nasional (POSPENAS) IX yang diselenggarakan Kementerian Agama.

Selain itu, ia juga pernah menjadi finalis dalam ajang nasional dan menerima penghargaan sebagai Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan tingkat kabupaten.

Capaian tersebut menunjukkan perpaduan antara kemampuan intelektual dan kreativitas yang ia miliki.

Tidak hanya berprestasi secara individu, Hengki juga menggagas komunitas edukasi politik bernama GIMICKS (Generasi Melek Politik). Komunitas ini bertujuan meningkatkan kesadaran politik generasi muda melalui diskusi yang terbuka dan edukatif.

Salah satu program yang rutin digelar adalah forum “Cangkir: Cangkruan Sambil Mikir”. Melalui forum ini, mahasiswa diajak berdialog secara santai namun tetap kritis mengenai berbagai isu sosial dan politik.

Bagi Hengki, mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pendengar di ruang kelas. Ia percaya mahasiswa harus mampu mengolah gagasan, berdiskusi, serta terlibat aktif dalam realitas sosial.

Perjalanan Hengki Fernando menjadi contoh bahwa konsistensi adalah kunci dalam meraih prestasi.

Kebiasaan membaca, berdiskusi, serta kedisiplinan yang ia bangun sejak pesantren terus menjadi fondasi dalam perjalanan akademik dan organisasinya hingga hari ini.(*)

Tombol Google News

Tags:

Prestasi intelektual organisasi Aktivis organisatoris Kuliah kampus berprestasi Hengki Fernando dan forum internasional. Mahasiswa Berprestasi UIN Sunan Ampel Surabaya mahasiswa inspiratif Pendidikan ORGANISASI MAHASISWA sosok mahasiswa Prestasi Mahasiswa pendidikan mahasiswa