KETIK, LEBAK – Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya secara resmi melantik Dewan Pengawas Perumdam Tirta Kalimaya periode 2026–2030, Direktur Perumdam Tirta Kalimaya periode 2026–2031, serta Direktur PT Lebak Niaga (Perseroda) periode 2026–2031 di Pendopo Setda Lebak, Senin, 5 Januari 2026.
Pelantikan tersebut mengusung tema “Kolaborasi Mewujudkan Lebak Ruhay” sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak dalam memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih profesional, produktif, dan berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya menegaskan bahwa PT Lebak Niaga (Perseroda) diharapkan mampu menjadi BUMD yang sehat, mandiri, dan berorientasi pada pengembangan potensi daerah.
Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya saat memberikan selamat kepada Direktur PT Lebak Niaga. (Foto: Abdul Kohar/Ketik.com)
“Harapan saya tentu PT Lebak Niaga bisa menjadi BUMD yang produktif. Kenapa kami laksanakan proses ini secara terbuka, karena sebelumnya belum pernah dilakukan. Padahal dalam Undang-Undang Nomor 23 dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 tentang BUMD, memang diperbolehkan penunjukan langsung oleh bupati,” ujar Hasbi kepada wartawan.
Menurutnya, dengan proses seleksi terbuka, pemerintah daerah ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik daerah untuk berkontribusi dalam pengelolaan BUMD.
“Dengan dibukanya seleksi untuk umum, kita memiliki harapan baru. Banyak sekali potensi SDM di daerah, dan saya yakin dua orang yang dilantik ini adalah yang terbaik,” jelasnya.
Bupati Hasbi juga menekankan pentingnya peran BUMD dalam meningkatkan PAD Kabupaten Lebak.
Menurutnya, peningkatan PAD harus ditopang oleh produk-produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Untuk meningkatkan PAD, pemerintah daerah harus memiliki produk. Baik itu produk jasa maupun produk barang. Di PT Lebak Niaga, salah satu contohnya adalah produk beras, mulai dari medium hingga premium, yang semuanya bisa kita produksi sendiri di Lebak,” tambahnya.
Diretur PT Lebak Niaga saat melakukan pendatanganan. (Foto: Abdul Kohar/Ketik.com)
Sementara itu, Direktur PT Lebak Niaga (Perseroda) periode 2026–2031, Ilham Akbar, menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah mempersiapkan operasional Rice Milling Unit (RMU) sebagai salah satu program strategis perusahaan.
“Untuk kondisi RMU saat ini, tinggal menunggu penyelesaian instalasi listrik. Insyaallah hari ini PLN sudah mulai melakukan pemasangan gardu,” ujar Ilham Akbar kepada wartawan.
Ia menyampaikan bahwa setelah instalasi listrik rampung, proses produksi akan segera dimulai.
Pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan sejumlah kelompok tani di Kabupaten Lebak untuk pengadaan bahan baku gabah.
“Kami sudah menjadwalkan pembelanjaan bahan baku bersama kelompok tani. Setelah listrik selesai, kami akan langsung melakukan produksi perdana,” katanya.
Ilham menambahkan, produk beras yang dihasilkan PT Lebak Niaga akan memiliki spesifikasi lengkap, mulai dari beras medium hingga premium, dengan harga yang lebih terjangkau karena proses produksi dilakukan secara mandiri.
“Karena kami produksi sendiri, biaya produksi bisa ditekan sehingga harga lebih murah. Target pasar utama tentu untuk menjaga stabilitas pasokan di Kabupaten Lebak, namun kami juga menjajaki kerja sama antar pemerintah daerah, seperti dengan Kota Cilegon dan Tangerang Selatan,” jelasnya.
Selain itu, PT Lebak Niaga juga menyiapkan sejumlah program sosial, termasuk dukungan pasokan beras untuk kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak.
“BUMD ini milik pemerintah daerah, artinya milik masyarakat Lebak. Kami sangat berharap dukungan dari seluruh masyarakat. Manajemen tidak bisa bekerja sendiri. Kritik dan masukan sangat kami butuhkan agar Lebak Niaga bisa maju dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai arahan Bupati,” pungkas Ilham. (*)
