KETIK, TULUNGAGUNG – Puluhan warga dari berbagai unsur menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Desa Moyoketen yang digelar di Balai Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Kamis, 15 Januari 2026. Forum ini menjadi wadah penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan usulan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2027.
Pemerintah Desa Moyoketen menyelenggarakan Musrenbangdes sebagai tindak lanjut hasil Musyawarah Dusun (Musdus) yang telah dilaksanakan sebelumnya. Seluruh usulan warga dibahas dan diprioritaskan sesuai kebutuhan serta kemampuan anggaran desa.
Meski menghadapi penurunan signifikan Dana Desa, Pemdes Moyoketen menetapkan arah pembangunan yang berfokus pada sektor kesehatan dan perlindungan sosial. Pemerintah desa memprioritaskan penurunan angka stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem, tanpa sepenuhnya mengesampingkan pembangunan infrastruktur.
Kepala Desa Moyoketen, Hari Purwanto, mengakui bahwa penurunan Dana Desa berdampak langsung pada kemampuan pembiayaan program. Dana Desa yang diterima tahun ini hanya sebesar Rp329 juta, turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pagu yang diterima Pemerintah Desa Moyoketen tahun ini anjlok kebablasan. Dampaknya, beberapa usulan kegiatan terpaksa harus ditangguhkan,” ujar Hari Purwanto.
Meski demikian, ia menegaskan komitmen pemerintah desa untuk tetap memperjuangkan aspirasi warga dengan mencari sumber pendanaan alternatif di luar Dana Desa.
“Saya atas nama pemerintah desa akan terus berusaha agar usulan warga bisa terwujud, termasuk dengan mencarikan sumber anggaran lain di luar yang sudah ada,” tegasnya.
Camat Boyolangu, Yusuf Riyadi, meminta masyarakat memahami kondisi tersebut. Menurutnya, penurunan Dana Desa tidak hanya dialami Moyoketen, melainkan terjadi hampir di seluruh desa di Indonesia.
“Pengurangan Dana Desa ini dirasakan oleh semua desa secara nasional. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap mendukung program pembangunan yang direncanakan,” kata Yusuf.
Sementara itu, Danramil Boyolangu, Komandan Infanteri Hariyanto, menjelaskan bahwa pengurangan Dana Desa bukan berarti anggaran hilang. Pemerintah pusat mengalihkan sebagian dana tersebut untuk mendukung Program Strategis Nasional (PSN), salah satunya pembangunan Gerai KDMP di setiap desa dan kelurahan.
Ia mengajak masyarakat Desa Moyoketen untuk mendukung program nasional tersebut sebagai bagian dari upaya pembangunan yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto.
Musrenbangdes ini dihadiri Camat Boyolangu, Kapolsek Boyolangu, Danramil Boyolangu, Kasi PMD, Kepala Desa beserta perangkat, BPD, LPM, unsur pemuda, perempuan, ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat.
