KETIK, MALANG – Instruksi mendadak dari Wali Kota Malang yang meminta ASN berangkat kerja dengan bersepeda setiap Jumat langsung dijalankan tanpa banyak tanya. Meski demikian, sejumlah catatan muncul, terutama soal jarak tempuh dan kondisi kesehatan pegawai.
Sekretaris DPRD Kota Malang, Zulkifli Amrizal, menegaskan bahwa sebagai ASN, pihaknya tetap mematuhi setiap instruksi pimpinan.
“Karena itu namanya instruksi, ya sebagai ASN kita mematuhi lah instruksi dari pimpinan,” ujarnya.
Zoel, sapaan karibnya, menyebut bahwa kebijakan gowes ini diharapkan bisa mendorong efisiensi, khususnya dalam penghematan bahan bakar minyak (BBM), sekaligus menjadi sarana olahraga bagi ASN setiap hari Jumat.
Namun, ia mengakui efektivitas kebijakan tersebut masih perlu dilihat lebih jauh di lapangan.
“Kalau efektifnya saya kurang begitu tahu, tapi mudah-mudahan efektif dalam efisiensi BBM,” katanya.
Di sisi lain, ia menyoroti adanya kendala bagi ASN yang tinggal jauh dari pusat kota. Beberapa pegawai bahkan berdomisili di wilayah pinggiran hingga kabupaten.
“Ada yang rumahnya di Tumpang, di Gadang, bahkan sudah masuk wilayah kabupaten. Kalau bersepeda tentu jauh,” ungkapnya.
Selain jarak, faktor kesehatan juga menjadi pertimbangan. Zoel sendiri tidak dapat mengikuti gowes karena alasan kesehatan dan mendapatkan dispensasi.
“Saya karena kesehatan jadi tidak bisa mancal, ada dispensasi jadi naik transportasi online,” jelasnya.
Meski ada sejumlah kendala, Zoel menegaskan bahwa seluruh ASN di lingkungan DPRD Kota Malang tetap mendukung kebijakan tersebut. Ia hanya berharap ada evaluasi ke depan agar penerapannya lebih fleksibel.
“Mudah-mudahan ada evaluasi, terutama untuk yang rumahnya jauh atau punya halangan. Yang jelas kami semua mendukung,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, meskipun instruksi disampaikan secara mendadak, ASN tetap sigap melaksanakannya.
“Begitu ada pengumuman, langsung kita eksekusi dan dilaksanakan,” tandasnya. (*)
